
Samarinda, Katimedia.com – Dugaan pelecehan yang kembali terjadi di lingkungan pesantren memantik reaksi keras dari berbagai kalangan. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menjadi salah satu yang menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap kasus tersebut.
Menurutnya, perbuatan seperti itu bukan hanya meninggalkan trauma bagi korban, tetapi juga ikut mencoreng reputasi lembaga pendidikan, terlebih yang berbasis keagamaan.
“Ini bukan sekadar persoalan pribadi antara pelaku dan korban. Tindakan seperti ini ikut meruntuhkan kehormatan lembaga pendidikan berbasis agama,” ujarnya pada Senin (24/11/2025).
Agusriansyah menekankan bahwa bentuk kekerasan apa pun baik perundungan, pelecehan seksual, maupun intimidasi—harus ditindak tegas. Ia menilai tindakan tersebut bertentangan dengan hukum serta nilai sosial dan moral yang seharusnya dijunjung tinggi oleh institusi pendidikan.
“Apapun bentuk pelanggarannya, selama bertentangan dengan hukum dan perundang-undangan, tidak boleh ada toleransi,” tegasnya.
Politikus PKS itu juga meminta pemerintah dan aparat penegak hukum bergerak cepat. Ia menyebut perlu ada penanganan sesuai kewenangan, baik oleh Pemprov Kaltim maupun Kementerian Agama, tergantung pada institusi yang menaungi pesantren tersebut.
“Jika pesantrennya berada di bawah Pemprov Kaltim, maka Pemprov harus mengambil tindakan segera. Jika berada dalam naungan Kementerian Agama, maka kementerian yang harus turun tangan. Yang jelas, ini persoalan yang sangat memprihatinkan,” lanjutnya.
Agusriansyah menilai kejadian ini berbanding terbalik dengan upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju generasi emas. Kasus semacam ini, menurutnya, dapat menghambat perkembangan anak apabila tidak ditangani secara serius.
Ia mendorong semua unsur pemerintah, lembaga pendidikan, hingga organisasi masyarakat untuk memperkuat langkah pencegahan agar tidak ada kejadian serupa di kemudian hari.
“Semua pemangku kepentingan harus bergerak dalam koridor kewenangannya masing-masing. Kita tidak boleh membiarkan ada celah sedikit pun yang dapat mengancam masa depan anak-anak kita,” pungkasnya. (Rfh)
Editor: Ang



