
KULINER – Sektor kuliner masih menjadi penyumbang terbesar dalam perkembangan UMKM di Balikpapan. Sekitar 40 persen dari total pelaku usaha berasal dari bidang makanan dan minuman. Sumber foto: Grab
BALIKPAPAN – Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Kota Balikpapan alami peningkatan beberapa waktu terakhir. Dinas Koperasi, Umkm dan Perindustrian mencatat pertumbuhan UMUM Kota Balikpapan mencapai 93 ribu unit usaha. Sekitar 87 ribu di antaranya merupakan usaha mikro.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan, Heruressandy Setia mengatakan capaian tersebut telah melampaui target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Secara target sudah melebihi dari target nasional. Kami menargetkan pertumbuhan dua persen per tahun, dan ternyata bisa melampaui itu,” ujarnya.
Heruressandy menjelaskan, sektor kuliner masih menjadi penyumbang terbesar dalam perkembangan UMKM di Balikpapan. Sekitar 40 persen dari total pelaku usaha berasal dari bidang makanan dan minuman.
“Kebanyakan dari sektor industri kuliner, mencapai sekitar 40 persen dari total UMKM yang tercatat,” ungkap Heruressandy
Menjelang akhir tahun, pihaknya mengimbau para pelaku UMKM agar memanfaatkan momentum peningkatan aktivitas ekonomi, terutama dengan banyaknya agenda dan kegiatan masyarakat.
“Menjelang akhir tahun banyak peluang besar yang bisa dimanfaatkan. Pelaku UMKM perlu melihat peluang pasar di sektor kuliner, konveksi, maupun kebutuhan rumah tangga,” jelasnya.
Menurutnya, para pelaku usaha juga perlu terus meningkatkan inovasi dan kualitas produk, agar dapat bersaing dan memperluas pasar.
“Produk lokal tidak kalah bersaing, asal dikemas dan dipromosikan dengan baik. Ini juga jadi sarana edukasi bagi pelaku UMKM untuk terus belajar dan berkembang,” tambahnya.
Pada tahun sebelumnya terdapat 14 ribu UMKM baru yang tumbuh di Balikpapan. Untuk tahun depan, pemerintah daerah tetap menargetkan pertumbuhan dengan laju serupa, sejalan dengan upaya penguatan ekonomi berbasis masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan, DKUMKMP berkomitmen untuk terus memperkuat fasilitasi perizinan, akses pemasaran, dan pelatihan peningkatan kualitas produk. Program ini diharapkan mampu mendorong pelaku usaha tidak hanya bertambah dari sisi jumlah, tetapi juga meningkat dalam daya saing dan keberlanjutan.
“Pendampingan yang kami lakukan bukan sekadar menambah jumlah UMKM, tapi memastikan mereka bisa tumbuh dengan sehat dan memiliki daya saing,” tegas Heru.
Pemerintah Kota Balikpapan optimistis, dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, ekosistem UMKM di kota ini akan semakin kuat. Dukungan tersebut diharapkan mampu menjadikan Balikpapan sebagai salah satu kota dengan sektor UMKM paling produktif di Kalimantan Timur. (adv/pry)



