
KALTIMEDIA.COM, BALIKPAPAN – Kota Balikpapan kembali menorehkan langkah maju dalam penerapan transparansi kinerja pemerintahan. Melalui peluncuran Aplikasi REAKSI (Realisasi Akuntabilitas Kinerja Secara Integratif), Pemerintah Kota Balikpapan menghadirkan sistem digital yang memungkinkan masyarakat mengakses sekaligus memantau capaian kinerja setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara langsung dan transparan.
Inovasi ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan berbasis data dan keterbukaan informasi publik. Dengan REAKSI, masyarakat dapat mengikuti seluruh proses pembangunan daerah mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga hasil akhir program di lapangan.
Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Muhaimin, menjelaskan bahwa aplikasi tersebut mulai dikembangkan sejak tahun 2024 sebagai instrumen evaluasi internal antarperangkat daerah. Setelah melalui tahap penyempurnaan dan verifikasi data, pada tahun 2025 sistem ini resmi dibuka untuk publik agar masyarakat dapat menilai kinerja pemerintah secara lebih objektif dan terukur.
“REAKSI menjadi wadah terbuka bagi masyarakat untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan program pembangunan berjalan. Semua data kinerja perangkat daerah ditampilkan secara real time berdasarkan indikator yang dapat diukur,” ujar Muhaimin.
Melalui aplikasi ini, publik dapat mengakses berbagai data terkait indikator pembangunan daerah, capaian target kerja, serta nilai reformasi birokrasi dari masing-masing OPD. Tampilan aplikasinya dirancang agar mudah dipahami, lengkap dengan pembaruan data secara berkala.
“Sebagai contoh, pada sektor kesehatan, angka harapan hidup masyarakat Balikpapan telah mencapai 74,5 tahun. Sementara di bidang pendidikan, indikator harapan lama sekolah berada pada 14,16 tahun,” tambahnya.
Selain data sektoral, REAKSI juga terintegrasi dengan sejumlah indikator strategis pembangunan, seperti capaian Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), indeks pelayanan publik, dan perkembangan proyek infrastruktur daerah.
Aplikasi ini disusun berdasarkan arah kebijakan pembangunan yang tercantum dalam RPJPD 2005–2025 dan RPJMD 2020–2025, serta menjadi dasar dalam penyusunan RPJPD 2025–2029. Menurut Muhaimin, tahun 2025 menjadi masa transisi penting dalam menentukan arah pembangunan jangka panjang Balikpapan.
“REAKSI akan menjadi pijakan dalam menyusun kebijakan berbasis hasil dan bukti. Data yang tersedia akan membantu pemerintah melakukan evaluasi secara komprehensif,” jelasnya.
Ia menegaskan, keterbukaan data melalui REAKSI juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan masukan terhadap kinerja pemerintah. “Transparansi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik dan memperkuat kualitas penyelenggaraan pemerintahan,” tuturnya.
Dengan hadirnya REAKSI, Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan komitmennya menuju birokrasi modern yang berbasis data, transparan, dan berintegritas, sekaligus menjadi contoh penerapan pemerintahan terbuka di tingkat daerah.
Aplikasi REAKSI dapat diakses melalui laman http://reaksi.balikpapan.go.id/ . (mang)



