Lauk Berbelatung di Program MBG, Kepala BGN: Sedang Dicek, Hanya Satu dari Ribuan Porsi

Foto: Lauk Berbelatung di Program MBG. Sumber: Istimewa.

Magelang, Kaltimedia.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan lauk ikan lele berbelatung di sebuah sekolah kejuruan di Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, membenarkan bahwa pihaknya sedang menelusuri kasus tersebut. Ia menyebut insiden itu terjadi pada satu porsi dari total 3.418 porsi yang disajikan hari itu.

“Sedang dicek detail asal usulnya karena hanya 1 dari 3.418 porsi yang menggunakan lele goreng,” ujar Dadan melalui pesan singkat dilansir dari Tirto, Jumat (25/7/2025) kemarin.

Video yang viral di Instagram itu menunjukkan lele goreng dalam menu MBG yang tampak mengandung belatung. Dalam unggahan tersebut, pengunggah menyematkan peringatan kepada publik, khususnya penerima program, agar lebih waspada terhadap kualitas makanan.

Kejadian serupa juga pernah dilaporkan sebelumnya, yakni pada menu MBG di SMA Negeri 1 Tambakboyo dan SMKN Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Hal ini menambah daftar kekhawatiran publik terkait pengawasan mutu dalam distribusi program makan gratis yang menjadi andalan pemerintah.

Menanggapi hal itu, BGN menyatakan telah mengambil sejumlah langkah perbaikan. Salah satunya adalah menerbitkan Surat Edaran terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) penyajian makanan MBG di sekolah-sekolah.

“Kami telah membuat edaran agar semua makanan yang masuk ke dalam food tray harus diolah atau minimal dicelup air panas,” jelas Dadan, dalam pernyataannya tertanggal Kamis (17/6).

Pihaknya juga mendorong satuan pendidikan serta penyedia katering untuk lebih disiplin dalam menjaga higienitas dan kelayakan makanan sebelum didistribusikan ke peserta didik.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan berlapis dan kepatuhan terhadap standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program berskala nasional seperti MBG, agar tujuannya menyehatkan generasi muda tidak berbalik menjadi bumerang. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *