
Paser, Kaltimedia.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Paser untuk meningkatkan kualitas pendidikan terus ditunjukkan melalui program konkret. Pada tahun 2025 ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Paser akan menyalurkan seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP dari keluarga kurang mampu sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi “Paser Tuntas”.
Program bantuan ini menyasar siswa baru yang memenuhi kriteria ekonomi tidak mampu, dengan tujuan untuk mengurangi beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan awal pendidikan anak.
Kepala Disdikbud Paser, Muhammad Yunus Syam, menjelaskan bahwa bantuan seragam tersebut akan dimasukkan dalam anggaran perubahan tahun 2025, dengan alokasi khusus untuk siswa dari keluarga prasejahtera. Selain seragam reguler, pihaknya juga berencana untuk menyediakan seragam batik sekolah, sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan siswa di sekolah masing-masing.
“Seragam reguler akan diberikan khusus untuk siswa kurang mampu. Sedangkan untuk batik, akan disediakan secara menyeluruh karena tidak dijual secara umum,” ujar Yunus kepada media, Rabu (9/7/2025).
Hingga kini, Disdikbud Paser masih dalam tahap pendataan calon penerima, seiring masih berlangsungnya proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di wilayah tersebut. Data penerima akan mengacu pada siswa yang masuk dalam kategori afirmasi atau berdasarkan jalur domisili namun berasal dari keluarga kurang mampu.
“Kami masih menunggu data siswa baru. Biasanya siswa afirmasi adalah mereka yang tidak mampu, tapi kadang juga ada dari jalur domisili. Nanti sekolah yang memberikan datanya, kami verifikasi dan seragam akan dibagikan,” jelas Yunus.
Setelah data terkumpul, Disdikbud akan menyesuaikan jumlah seragam yang akan diproduksi dan mendistribusikannya melalui sekolah masing-masing.
Yunus menegaskan bahwa bantuan seragam sekolah gratis ini tidak diberikan secara menyeluruh kepada semua siswa, melainkan hanya untuk siswa baru yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
“Dulu sempat direncanakan untuk semua siswa, tapi akhirnya dibatalkan karena tidak sesuai ketentuan. Bantuan ini hanya untuk yang benar-benar membutuhkan. Tidak mungkin siswa dari keluarga mampu ikut menerima,” tegasnya.
Program ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Paser untuk menciptakan pendidikan dasar yang lebih inklusif dan merata. Dengan pengadaan seragam gratis untuk siswa tidak mampu, pemerintah berharap angka partisipasi sekolah meningkat dan beban ekonomi keluarga berkurang, khususnya di wilayah pelosok dan pinggiran. (Dy)
Editor: Ang





