
SAMARINDA – Tim layar Kaltim berhasil membawa pulang 2 keping emas, 3 perak dan 2 perunggu, dalam aja Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Indonesia Regatta 1 Series 1 tingkat junior, yang telah bergulir di Jakarta, dari 9-11 Mei 2025 kemarin.
Ketua Pengprov Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Kaltim, Teddy Nanang Abay mengatakan bahwa kejurnas tersebut sebagai ajang bagi Pengurus Besar (PB) Porlasi untuk menambah jam tanding atlet di daerah tingkat junior.
“Jadi Indonesia agata ini memang salah satu idenya Ketua PB Porlasi untuk mengajak usia lebih dini ikut berpatisipasi di ajang nasional,” ucap Teddy, saat dihubungi awak media via telepon, Rabu (14/05/2025).
Kaltim sendiri menurunkan 8 atlet juniornya dan hanya mendapatkan kepingan medali tersebut karena hanya diikuti sekitar 48 atlet dan mempertandingkan 8 kelas saja.
“Untuk Kaltim, kalau kita lihat urai kelasnya juniornya yang datang terbatas. Jadi kelasnya kalau di layar itu kalau pesertanya sedikit di open, jadi putra-putri di gabung,” katanya.
Ia menyebut, karena digabung sehingga cuma kelas tertentu saja yang dipertandingkan.
“Syaratnya 5 putra 5 putri, yang datang putra 5, yang putri cuma 3. Putri itu dipertandingkan tapi digabung sama yang putra, namanya open. Karena kita tidak mau mempertandingkan dibawah jumlah (atlet) tertentu,” ujar Teddy.
Lebih lanjut, jika jumlah peserta mencapai kuota yang diinginkan, maka Kaltim bisa saja mendapatkan lebih medali dari yang saat ini.
Teddy menjelaskan, bahwa mengikuti event ini dengan keadaan terbatas. Bukan hanya Kaltim saja, melainkan juga daerah lain. Sehingga tidak banyak atlet yang ikut serta.
“Kalau kita di putra-putri dapatnya itu bisa 4 medali. Tapi karena di gabung ya kita jadinya cuma 1 medali aja, juga peserta terbatas. Karena memang baru pertama kali di bulan Mei yang anggaran KONI di daerah rata-rata terbatas,” katanya.
Dirinta menambahkan, karena belum adanya penandatanganan soal anggaran KONI, maka Porlasi Kaltim menggunakan dana mandiri terlebih dahulu.
“KONI Kaltim mengalokasikan anggaran tapi belum ada realisasi karena NPHD belum tanda tangan. Jadi kami diminta untuk menginisiatif atau menalangi, yang penting kami ikut,” ujar Teddy menerangkan.
Teddy menyebut, jika Kaltim absen pada kejurnas kali ini, maka bisa saja ketinggalan dari daerah lain. Sebab, menyandang gelar juara umum PON yang lalu, harus bisa dipertahankannya, dan terus di tingkatkan menatap PON Nusa Tenggara yang akan datang. (Dy)





