Bandara di Turkiye Tutup Sementara Akibat Penampakan Benda Terbang Asing Mirip UFO

Ilustrasi gambaran UFO di langit.

TURKIYE – Gara-gara objek terbang mirip UFO, bandar di Turkiye ditutup sementara. Bandara Internasional Gaziantep Oguzeli di Turkiye terpaksa menghentikan operasinya sekitar pukul 10 malam, Selasa (18/2/2025). Laporan itu muncul dari seorang pilot yang diduga melihat benda terbang mirip UFO. Benda tersebut terbang di ketinggian 10 ribu kaki.

Khawatir dengan keselamatan penerbangan, para pilot langsung menghubungi menara kendali melalui radio. Semua penerbangan pun dihentikan selama satu jam sebagai tindakan pencegahan, sementara obyek misterius tersebut diidentifikasi.

Namun, benda misterius itu tidak terdeteksi di radar, seperti yang dilaporkan oleh media lokal. Setelah dilakukan penyelidikan, pihak keamanan bandara menyimpulkan bahwa obyek misterius tersebut kemungkinan besar adalah drone yang dikendalikan tanpa izin. 

Bandara kemudian kembali beroperasi secara normal sekitar pukul 11 malam. Namun, penjelasan resmi dari bandara mengenai benda diduga drone ini tidak sepenuhnya diterima oleh semua orang.

Para penganut teori konspirasi di forum Reddit meragukan kesimpulan tersebut dan menganggapnya sebagai bukti adanya aktivitas makhluk luar angkasa. “Kontak terbuka dengan alien pasti akan terjadi sebelum tahun 2027,” ujar salah satu pengguna forum. Seorang pengguna lain mengeklaim pernah mengalami kejadian serupa, ketika sebuah obyek terang melayang di udara sebelum akhirnya menghilang dengan cepat.

“Saya bersumpah melihat benda seperti itu di Bandara San Francisco beberapa minggu lalu,” tulisnya. 

Diketahui, fenomena obyek terbang tak dikenal bukanlah hal baru. Pada 2024, Enigma Labs di New York menerima 22.000 laporan penampakan di langit, yang sebagian besar muncul di wilayah Timur Laut Amerika Serikat. Dalam satu bulan terakhir, terdapat 154 laporan penampakan, termasuk di Hoboken dan Stockton, New Jersey.

Lebih dari separuh laporan tersebut menggambarkan obyek melayang dalam waktu lama, sementara 25 persen lainnya menyebutkan, benda itu bergerak dalam kelompok yang terdiri dari lima atau lebih.

Meskipun pejabat federal menolak anggapan bahwa penampakan tersebut adalah sesuatu yang luar biasa, beberapa pakar drone sipil percaya ada faktor lain yang berperan.  “Itu pasti milik entitas militer atau pemerintah,” kata Hayley Connelly, seorang ahli drone. 

Dia juga mencatat, teknologi yang digunakan dalam penampakan tersebut terlihat jauh lebih canggih daripada drone komersial biasa, dari segi keawetan baterai, ketahanan terhadap cuaca ekstrem, serta ukuran yang lebih besar. (pri)


Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *