
Pelabuhan speedboat Penajam-Balikpapan. ist
PENAJAM – DPRD Penajam Paser Utara (PPU) mengusulkkan agar pemerintah segera membenahi pelabuhan speedboat dan klotok serta Terminal Penajam. Anggota DPRD PPU Haryono menyebut pembenahan infrastruktur tersebut dikarenakan sebagai wajah PPU saat warga luar daerah berkunjung.
Bahkan dia mengakui bahwa sejak hampir 40 tahun silam, transportasi air menjadi kendaraan utama masyarakat Balikpapan yang akan berangkat menuju Penajam.
Namun, sudah empat dekade, kondisi pelabuhan dan terminal belum mengalami perubahan atau peningkatan signifikan.
“Sampai sekarang pun kondisi pelabuhan kita tidak jauh beda dengan dulu. Padahal itu kan tahun 80-an sudah menjadi pintu transportasi laut utama menuju Penajam maupun ke Balikpapan,” jelasnya.
Politisi Hanura ini menyampaikan bahwa untuk melakukan itu, pemerintah daerah bisa segera melakukan pembenahan maupun revitalisasi pelabuhan.
Dari informasi yang dia dapatkan bahwa pemerintah terkendala lahan untuk revitalisasi pelabuhan. Sebab beberapa lahan di sekitar kawasan tersebut masih dimiliki warga.
“Katanya kan masih terkendala lahan karena milik warga. Nah ini bisa segera dibicarakan dengan pemilik lahan,” ujarnya.
Haryono mengatakan bahwa hal ini bisa dilakukan dengan intens melakukan sosialisasi maupun pendekatan kepada pemilik lahan.
Bahkan ia menyarankan agar pemerintah memberikan ganti untung untuk lahan yang akan dibebaskan.
“Saya kira tak menjadi masalah kalau lahan itu diberikan ganti untung,” katanya.
Selain pelabuhan lanjutnya, Terminal Penajam juga harus menjadi perhatian pemerintah daerah.
Kondisi terminal Penajam juga tidak mengalami perubahan yang signifikan sejak tahun 80-an.
“Sama dengan itu terminal Penajam juga harus dibenahi. Masa wajah Penajam seperti itu,” katanya. (advertorial/pry)



