
BALIKPAPAN – Anggota DPRD Balikpapan, Muhammad Najib, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan untuk lebih serius dalam menekan angka kasus stunting di kota Minyak.
Oleh sebab itu, Peningkatan anggaran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dianggap penting guna mendukung terciptanya anak-anak yang cerdas dan bebas stunting.
Menurut dia, bahwa anggaran penanganan stunting sebagai salah satu faktor, karena besaran anggaran dari pemerintah setempat untuk melakukan pencegahan bahaya stunting pada anak. Sehingga perlu meningkatkan peran Posyandu di masing-masing RT.
“Ini harus menjadi perhatian semua pihak. Anggaran untuk posyandu, pemberian makanan tambahan (PMT) masih belum layak dan perlu tambahan anggaran. Agar kebutuhan gizi balita tercukupi,” katanya, Senin (18/9/2024).
Ia menambahkan, pencegahan stunting di Balikpapan sudah secara berjenjang, dengan melibatkan pihak sekolah sebagai pusat pencegahan sejak dini untuk kasus stunting di Balikpapan.
Bahkan dinas kesehatan, telah memprogramkan intervensi gizi bagi ibu hamil. Mereka mendapatkan suplemen besi folat, ANC berkualitas, PMT dan lain sebagainya. Karena banyak temuan ibu hamil kurang energi kalori, cacingan hingga kurang suplemen kalsium.
Untuk itu, lanjut Najib pemerintah juga menggalakkan pemberian kelambu dan pengobatan bagi ibu hamil yang positif malaria.
“DPRD tentunya akan mendukung tambahan anggaran dalam upaya menekan kasus stunting. Harapannya permasalahan terkait dengan stunting serta kematian ibu dan anak bisa ditanggulangi,” pungkasnya. (Yu)





