
KUTAI KARTANEGARA – Markas Komando Pasukan Brimob II Korps Brimob Polri resmi berdiri di Jonggon, Kelurahan Loa Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Peresmian dipimpin Komandan Korps Brimob Polri, Komjen Pol Imam Widodo, Kamis (13/6/2024), menandai tonggak sejarah penting bagi Korps Brimob Polri.
Peresmian markas baru ini berlandaskan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2022 tentang perubahan susunan organisasi dan tata kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Imam Widodo, berharap agar markas baru ini bisa memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
“Pembangunan Mako Pasukan Brimob II ini berhubungan erat dengan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) di lahan seluas 200 hektar. Pasukan Brimob II akan memainkan peran penting dalam pengamanan agenda nasional 2024, termasuk pembangunan IKN dan perayaan HUT RI ke-79,” ujarnya.
Peletakan batu pertama untuk pembangunan Masjid Al-Mutallib juga dilakukan dalam kesempatan tersebut. Imam Widodo menekankan bahwa kehadiran Pasukan Brimob bertujuan untuk memelihara keamanan dalam negeri serta ketertiban masyarakat.
“Brimob adalah pasukan khusus yang bertugas menjaga keamanan dalam negeri untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Markas ini diresmikan untuk memperkuat peran Brimob di Kabupaten Kutai Kartanegara,” tambahnya.
Markas baru ini akan menjadi pusat operasional yang ramah, inklusif, dan terbuka bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk menjalin kemitraan dengan berbagai institusi dan membangun kepercayaan yang kokoh dengan masyarakat,” ucap Imam Widodo.
Selain itu, Komjen Imam juga menjelaskan bahwa markas ini akan berperan dalam menanggulangi situasi darurat, membantu tugas kepolisian wilayah, serta bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam kegiatan sosial dan penanganan kejahatan berintensitas tinggi.
Pasukan Brimob II Korps Brimob Polri dipimpin oleh Brigjen Pol Arif Budiman, dan terdiri dari tiga resimen (1 Resimen Gegana dan 2 Resimen Pelopor), serta membina teknis 13 Satuan Brimob Polda di wilayah Kalimantan, Sulawesi, NTB, dan NTT. (Pcm)





