
KALTIMEDIA.COM, SAMARINDA – Pemprov Kaltim mengadakan Rapat Pimpinan Evaluasi Realisasi APBD Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2023 yang bertempat di Ballroom Hotel Puri Senyiur Samarinda, Selasa (21/11/2023). Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik menyampaikan realisasi penggunaan anggaran tiap OPD menunjukan progres yang baik.
“Progres kinerjanya OPD mengalami perbaikan dari beberapa bulan yang lalu. Dulu ada kurang lebih 22 OPD yang masuk zona merah, sekarang tinggal 12. Diperkirakan juga akan terus berkurang kecuali beberapa OPD yang kita harap cukup besar tadi ada Perpustakaan, masih 63%,” Tuturnya.
“Tapi memang ini kondisi yang menjadi bahan kita kedepan perbaikan, kita sudah mengambil langkah-langkah tadi mengidentifikasi dari sisi perencanaan, pelaksanaan, dan juga penganggaran, tiga komponen ini,” Sambungnya.
Sesuai hasil evaluasi realisasi anggaran untuk progres fisik dan keuangan hingga 15 November 2023, tercatat 5 OPD mencapai 75 hingga 89,99 persen (hijau), 28 OPD mencapai 60 – 74,99 persen (kuning), dan 12 OPD di bawah 59 persen (merah).
“Ada persoalan memang di perencanaan, ada persoalan di pelaksanaan, dan ada juga pada penganggarannya. Masing-masing unik dan sangat kasustik, jadi sekali lagi kita sudah lakukan evaluasi yang jelas jumlah berkurang,” Ungkapnya.
“Dan kita perkirakan nanti posisi anggaran kita pada posisi 93%, jadi naik dari pada tahun-tahun sebelumnya itu proporsi kita. Tapi ini menjadi bahan kita untuk terus mendorong agar OPD membuat kegiatan-kegiatan, permasalahnya isi perencanaannya itu adalah banyak kegiatan dibawah kecil-kecil akhirnya bingung sendiri melaksanakannya,” Tambahnya.
Rapim dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, Asisten Administrasi Pembangunan dan Perekonomian Ujang Rachmad, Asisten Pemerintahan dan Kesra Syirajuddin, serta para kepala dinas/badan dan kepala biro lingkup Setda Provinsi Kaltim, direktur rumah sakit dan Ketua TGUP3 Kaltim Adi Buhari, staf ahli/staf khusus dan tenaga ahli Pj Gubernur.
“Kita buat nanti internal yang biasa mengawal mereka dulu di perencanaan, pelaksanaan, dan anggaran. Jadi kita carikan solusinya,” Pungkasnya. (As)





