
BALIKPAPAN – Bertempat di Balai Kota Kota Balikpapan, rapat evaluasi pentingnya mengenai pengaruh kesetaraan gender telah dilakukan. Pengaruh kesetaraan gender adalah faktor yang sangat penting dalam memastikan bahwa seluruh masyarakat, tanpa memandang jenis kelamin atau golongan, memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati perkembangan dan kemajuan dalam pembangunan.
“Kota Balikpapan telah memperlihatkan komitmen dalam menerapkan pengaruh kesetaraan gender sejak terbitnya RPJMD Walikota Tahun 2021-2024. Dalam dokumen RPJMD tersebut, berbagai program dan kegiatan yang mendukung pengaruh kesetaraan gender telah dijelaskan. Salah satu komponen kunci adalah penganggaran yang responsif terhadap isu gender, yang memastikan dana dialokasikan dengan adil untuk proyek-proyek yang mendukung kesetaraan gender,” kata Awli Kepala DP3AKB Balikpapan.
Dan tim penilai yang terdiri dari ahli-ahli terkemuka di bidang ini telah memberikan masukan dan analisis mereka terkait pelaksanaan pengaruh kesetaraan gender di Kota Balikpapan.
“Evaluasi ini meliputi analisis anggaran responsif gender yang telah dilaksanakan sebelumnya, dengan tujuan memastikan bahwa langkah-langkah yang telah diambil sesuai dengan prinsip kesetaraan gender dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.
Tim evaluasi yang hadir pada hari ini termasuk Suliskati, seorang ahli evaluasi eksternal yang juga terlibat dalam evaluasi nasional pengaruh kesetaraan gender. Selain itu, ada juga Ibu Nurul Salima, seorang ahli evaluasi internal dari Kementrian PPA, yang memberikan wawasan berharga dalam proses ini.
Acara yang dibuka oleh Asisten Staf Ahli Arzaedi Rahman yang bertanggung jawab atas bidang pembangunan, ekonomi, dan kesejahteraan rakyat.
“Hasil dari evaluasi ini akan menjadi dasar untuk penyusunan perencanaan pembangunan responsif gender di Kota Balikpapan, memastikan bahwa setiap warga kota dapat menikmati manfaat pembangunan dengan setara, tanpa memandang jenis kelamin mereka,” tuturnya. (Adv)





