
Tenggarong, kaltimedia.com – Dinas Perkebunan Kukar saat ini sedang fokus dalam pengembangan kopi di 3 wilayah Kukar yaitu Desa Long Anai, Desa Perangat Baru dan Desa Cipari Makmur. Pihak Disbun bahkan tengah menggagaskan penyusunan master plan terkait pengembangan kopi terintegrasi dengan pengolahannya di 3 wilayah tersebut.
Melalui Subagio, Kepala Bidang produksi Disbun Kukar, selaku perwakilan dari Kepala Disbun Kukar Muhammad Taufik, menyatakan bahwa pihak Disbun sudah mulai melakukan pengembangan sejak tahun lalu. Tetapi, pengembangan yang dilakukan masih sedikit dan terus berlanjut. Pihak Disbun juga mendapatkan bantuan berupa pupuk dan herbisida untuk pemeliharaan.
“Karena kemaren bantuannya hanya bibit, sehingga selanjutnya kita bantu untuk bantuan pemeliharaan. Termasuk juga kalau memang dimungkinkan kita bantu juga upah pekerja. Termasuk juga dalam rangka pengendalian inflasi” ujar Subagio.
Untuk tahun ini, pihak Disbun tengah membuat master plan pengembangan kopi terintegrasi dan juga pengolahannya. Lokasi yang akan dikembangkan antara lain kopi robusta yang biasa di Jonggon Jaya dan kopi luwak jenis liberika di kampung kopi luwak Desa Perangkat Baru, Kecamatan Marangkayu. Dan di Desa Cipari Makmur yakni Hitam Muara Kaman (Kohiman).
“Jadi fokus kita 3 wilayah itu, walaupun mungkin ada yang swadaya melakukan pengembangan di kecamatan lain.” jelasnya.
Dalam pemaparannya, ia mengatakan untuk pemasaran yang dilakukan saat ini masih berada pada pemasaran lokal, akan tetapi beberapa perusahaan seperti Pertamina Hulu Kalimantan Timur, perusahaan pertambangan, juga pihak Universitas Mulawarman akan ikut terlibat dalam program master plan pengembangan dan pengolahan kampong kopi tersebut.
Dalam master plan ini, pihak Dinas Perkebunan telah mambnagun rumah produksi dan lantai jemur. Berikut juga dengan alat dan teknisi telah dikirim pada tahun ini. Adapun alat yang dimaksud yaitu alat pemecah buah kopi kering, alat sangrai, dan alat penggiling kopi menjadi bubuk.
“Alhamdulilah hasilnya juga lumayan bagus, produknya yakni dari kopi Long Anai yang berupa kopi madu dengan perlakuan khusus sehingga ada rasa manis seperti madu dan kopi luwak yang merupakan produk andalan dari Desa Perangat Baru.”tambahnya.
Harapannya, pengembangan kopi yang ada di Kukar ini bukan hanya dari sisi budidaya tetapi juga sampai pada proses pengolahannya, selaras dengan telah dibangunkan rumah produksi di kampung luwak.





