
Samarinda – Pasca memantau langsung kemampuan para kenshi cabor Kempo Kalimantan Timur (Kaltim) pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-7 di Kabupaten Berau 2022 lalu, Pengprov Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kaltim akan segera mendata atlet-atlet terbaiknya.
Seperti yang dikatakan Ketua Pengprov Perkemi Kaltim, kepada RRI, Iskandar menjelaskan, tim Benua Etam menatap Pra PON nanti, pihaknya terlebih dahulu mendata atlet dan kemudian akan diprogramkan menjalani Training Centre (TC) Mandiri.
“Yang pertama kemarin menginventaris hasil Porprov kemarin di Berau. Jadi nama-nama juaranya dari 1-3 ditambah yang berpotensi. Nah itu yang akan kita panggil nantinya. Setelah itu kita adakan TC mandiri,” jelas Iskandar.
Nantinya untuk kelas tarung atau Randori, pihaknya akan mengambil atlet peraih medali di Porprov dan atlet yang memiliki potensi.
“Jadi yang Randori itu dari 1,2,3 plus yang kenshi kita panggil. Habis itu kita plenokan dan itu biar aja mereka latihan sendiri, itu gak ada masalah. Nanti setelah beberapa bulan kita panggil untuk seleksi,” ujarnya.
Sementara kelas seni atau Embu, Iskandar menerangkan hanya akan mengambil peraih medali emas atau peraknya saja.
“Kalau yang Embunya itu sudah jelas kan juara-juara pertamanya atau yang juara 1 kita lihat mana yang berpotensi yang mana mundurkan diri. Yang pasti juara pertama kita panggil. Tapi untuk Randori juara 1,2,3 yang kita panggil,” terangnya.
Lebih lanjut, Iskandar juga menjelaskan pada PON di Aceh-Sumut pada 2024 mendatang, nantinya ada kemungkinam mempertandingkan sebanyak 22 nomor, dan lebih banyak dibandingkan PON sebelumnya.
Untuk itu, Perkemi Kaltim akan turunkan atletnya mengikuti semua kelas yang akan dipertandingkan. Sehingga target saat ini untuk meloloskan atletnya sebanyak mungkin pada Pra PON nanti.
“Yang pasti kalau Randori masing-masing kelas itu kan, karena ini nanti di Aceh PONnya itu 22 nomor. Kalau PON di Papua kemarin kan 1 17 nomor. InsyaAllah kita ikut full. Jadi 12 Randori, 10 Embu,” pungkasnya.
Meski peraturan usia atlet pada PON mendatang masih belum diketahui secara pasti, namun Perkemi Kaltim tidak terlalu mempermasalahkannya, karena sudah memiliki atlet mudaainnya yang berpotensi. (Dy)





