Awal 2023 Kodrat Kaltim Siapkan TC Jangka Panjang

Awal 2023 Kodrat Kaltim Siapkan TC Jangka Panjang

SAMARINDA – Pengprov Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Kaltim, pada awal Januari 2023 akan segera memprogramkan TC jangka panjang untuk atletnya yang akan dipersiapkan menghadapi ajang babak kualifikasi Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) pada depan mendatang.

Hal tersebut didasari oleh hasil Kejurnas di Bandung yang belum lama ini telah selesai digelar. Dimana dari 6 petarung yang dikirim, Kaltim meraih 1 medali emas, yakni Nicolau Tony Sega.

Ketua Harian Pengprov Kodrat Kaltim, Charles Rori menerangkan, setelah Kejurnas tersebut pihaknya sudah mengantongi beberapa catatan evaluasi dan sudah bisa membaca peta kekuatan petarung dari daerah lain.

“Setiap petarung sudah kita evaluasi. Dalam artian mengevaluasi strategi dan melihat calon-calon lawan di tiap kelas. Dari daerah mana dengan kualitas yang ada, kita jadi bahan evaluasi, sehingga pola latihan kita akan lebih tingkatkan di sektor stamina tentunya, yang paling penting juga tehnik-tehnik tarung. Melihat juga daerah-daerah lain juga, petarung mereka sudah merata bagus. Jadi persaingan kedepan semakin sengit,” jelas Charles Rori, Senin (26/12/2022).

Kemudian dari evaluasi tersebut, Kodrat Kaltim juga sudah merancang strategi untuk menghadapi perebutan tiket pada pertengahan tahun 2023, menuju PON ke-21 di Aceh-Sumut mendatang.

“Kemungkinan mendasari itu semua, saya sebagai Ketua Harian punya strategi untuk persiapan. Karena kan dalam waktu dekat ini babak Pra PON yang rencana dilaksakan bulan Juli di Solo,” sebutnya.

Strategi yang dirancang tersebut yakni TC jangka panjang selama 6 bulan. Menurut Charles, strategi dengan memprogramkan TC tersebut sudah disepakati bersama agar bisa meningkatkan performa atletnya dalam berlaga di ajang Pra PON nanti.

“Jadi kami akan mulai menjadwalkan sejak Januari habis libur Nataru ini, langsung membuat program TC jangka panjang selama 6 bulan. Sehingga kami ini sudah menjalankan, strategi-strategi yang kami sudah diskusikan, karena melihat kondisi lawan disetiap kelas-kelas para petarung, kami punya strategi untuk itu,” bebernya.

Untuk lebih matang lagi, dalam TC tersebut para petarung Benua Etam akan latihan di perguruan bagi para atlet yang akan berlaga nantinya. Hal ini perlu dilakukan, karena Pengprov sudah bisa melihat peta kekuatan dan menargetkan hingga 3 medali emas pada PON nanti.

“Yang tidak kalah penting dalam program TC, kami akan memberangkatkan ke perguruan para petarung yang akan tampil di babak kualifikasi Pra PON. Minimal ada dua kali, karena kami punya target meloloskan sebanyak-banyaknya di PON nanti. Karena target terbesar nanti di PON kami akan menambah emas, yang sekurang-kurangnya dua, paling tidak 2-3 emas,” sebut Charles.

Pada PON di Papua 2021 lalu, cabor Tarung Derajat hanya mempertandingkan 18 kelas saja, sementara PON ke-21 nanti, pihak Pengprov Kodrat Kaltim menerima laporan ada 3 kelas baru menjadi 21 kelas yang akan di tandingkan. Sehingga Kaltim optimis dengan mengikuti seluruh kelas tersebut.

“Full kelas, di 21 kelas kita aka isi semua. Tarungnya 14 kelas, seni gerak 7 kelas. Dulunya 18, sekarang sejak kejurnas ini ada tambahan 3 kelas, yaitu seni gerak 2 putri dan single putra dan single putri,” serunya. (ren)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *