MUI Dan FKUB Diskusikan Solusi Untuk Cegah Stunting Pada Anak

34. MUI Dan FKUB Diskusikan Solusi Untuk Cegah Stunting Pada Anak.
MUI Dan FKUB Diskusikan Solusi Untuk Cegah Stunting Pada Anak.

Samarinda, Kaltimedia.com – Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga (KPRK) MUI Kalimantan Timur bekerjasama dengan Perempuan Lintas Agama (PERLITA) FKUB Kalimantan Timur melihat perlu adanya diskusi yang lebih mendalam lantaran melihat angka kasus stunting di Kalimantan Timur masih tinggi.

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis, yang ditandai dengan tubuh pendek. Umumnya penderita rentan terhadap penyakit, kecerdasan di bawah normal, serta produktivitas rendah. Menurut standar WHO suatu wilayah dianggap kronis jika prevelansinya diatas 20 persen.

“Angka prevalensi Stunting pada tahun 2021 lalu berdasarkan data SSGI telah mencapai 22,8%, lebih rendah dari nasional 24,4%,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan Angka Stunting di Kaltim sudah berkurang hingga 6 persen. Menurut Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 angka prevalensi stunting di Kaltim berada di bawah rata-rata nasional karena telah mencapai 22,8%, lebih rendah dari rataan nasional 24,4%. Angka ini dapat terus mendukung suksesnya pelaksanaan pembangunan di Provinsi Kalimantan Timur khususnya Pelaksanaan Program Bangga Kencana di Provinsi Kalimantan Timur.

Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlidungan Anak (DKP3A) Kaltim Noryani Sorayalita ikut menjelaskan bahwa, program di Kementerian Kesehatan diharapkan dapat menurunkan angka stunting di Kalimantan Timur hingga 14 % pada tahun 2024 mendatang.

“Sedangkan data stunting di Kalimantan Timur pada saat ini masih sebesar 26%, sementara program di Kementerian Kesehatan diharapkan angka stunting di Kalimantan Timur bisa turun sampai 14 % pada tahun 2024,” ujarnya.

Pemprov Kaltim telah menargetkan kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kaltim agar mampu menurunkan prevalensi stunting menjadi 12,83% pada tahun 2024 nanti. (titi)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *