Data Adminduk Jadi Acuan Ciptakan Program Ramah Disabilitas

Foto : Ilustrasi Ramah Disabilitas. Sumber Foto : lokadata.id

Samarinda, Kaltimedia.com – Mulai Maret 2022, secara nasional gerakan pelayanan Adminduk untuk diasbilitas sudah dilaksanakan. Ditjen Dukcapil mencanangkan gerakan bersama bagi penyandang disabilitas melalui pendataan, perekaman, penerbitan dokumen kependudukan. Pendataan ini merupakan upaya pemenuhan hak terhadap disabilitas.

Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlidungan Anak (DKP3A) Kaltim Noryani Sorayalita mengatakan, Data ini selanjutnya menjadi bahan bagi perangkat daerah, instansi vertikal untuk bersinergi dalam merencanakan program dan kegiatan.

“Dengan begitu, kita bisa mengetahui jumlah penyandang disabilitas yang ada. Kemudian akan disesuai kan dengan kategorinya,” katanya, Kamis (3/11/2022).

Di tempat yang sama, Sulekan selaku Kepala Bidang Adminduk DKP3A Kaltim, melalui pendataan Adminduk ini. Dan mengetahui jumlah penduduk di Kaltim khususnya penyandang disabiltas ada berapa dan terdata sesuai kategori kecacatannya, sehingga pemerintah dapat membuat program ramah disabilitas.

“Pemerintah kita bisa memberikan bantuan secara tepat sasaran dan ramah disabilitas. Jika mayoritas tuna netra, maka akan disediakan buku-buku khusus dengn huruf braile untuk mereka. Jika cacat fisik, bisa diberikan bantuan kaki palsu atau kendaraan khusus,” jelas Sulekan.

Sebelum menuju hal itu, diharapkan bagi para orang tua yang memiliki anak penyandang disabilitas dapat secara terbuka dan mendata serta tidak perlu malu terhadap jenis kecacatan anaknya.

“Jadi di database itu normal, ternyata pada kenyataan anaknya difabel. Jadi kami bekerjasama dengan SLB untuk pendataan. Di Balikpapan kemarin sebanyak 200 lebih yang mendaftar, dan ketika dicek database mereka masih normal,” ungkapnya.

Pria yang akrab dipanggil Alex ini menerangkan, di Kota Samarinda sendiri telah memperdayakan kaum disabilitas. Salah satunya di Dinas Dukcapil, dimana mereka bekerjasama untuk mengantar berkas ke rumah-rumah. Program ini menjadi salah satu pemberdayaan kaum disabilitas, serta menjadi salah satu pelayanan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Di Dukcapil Samarinda telah memberdayakan mereka, misalnya ada warga yang mengurus berkas, berkas itu mau diantar ke rumah. Maka ada aplikasinya dan tarifnya sesuai dengan jarak jauh tempuhnya,” tutupnya. (titi)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *