
SAMARINDA – Kelangkaan minyak goreng menjadi perhatian serius dari wali rakyat Kota Samarinda. Dikatakan Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal, dalam kondisi sulit saat ini jangan sampai ada oknum penimbunan minyak goreng.
“Tapi kalo ada oknum-oknum melakukan penimbunan itu sangat keliru. Harus ditindak, inti poinnya itu,” tegasnya.
Tambah Politisi NasDem itu, jika nanti ditemukan oknum yang memanfaatkan kondisi ini, DPRD siap membantu Pemerintah Kota (Pemkot) untuk melakukan penegakan yang seharusnya.
“Andaikata masyarakat menemukan oknum penimbunan minyak goreng. Segera sampaikan dan tunjukkan kami akan segera menindak lanjuti,” katanya.
Memang saat ini Pemerintah tengah berupaya menstabilkan harga minyak perliternya dengan mematok harga rata-rata Rp 14 ribu. Namun masih saja ditemukan pedagang nakal yang menjual minyak goreng dengan harga yang berlipat dengan variasi kenaikan mulai 70 persen, bahkan 100 persen.
Dirinya juga meminta kepada masyarakat ikut berperan aktif mengawasi distribusi minyak goreng dengan melaporkan kepada aparat terkait, jika terdapat upaya segelintir pihak mencari keuntungan dari situasi kelangkaan.
“Hingga hari ini belum ada laporan terkait perihal dugaan penimbunan,” serunya. (Advertorial)



