
BALIKPAPAN – Kebakaran yang memakan korban jiwa terjadi di Kota Balikpapan pada Sabtu (5/6) sekira pukul 23.00 Wita. Tepatnya di
Kawasan padat penduduk Gunung Bugis, Jalan Letjen Soeprapto, Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat (Balbar) dibuat panik Sabtu (5/6/2021) malam. Si jago merah mengamuk di pemukiman warga mendekati tengah malam.
Sedikitnya ada 31 rumah yang terbajar. Rinciannya 21 unit ludes terbakar dan 10 lainnya ikut terdampak.
Semuanya dari tiga RT, yakni RT dua, tiga dan empat. Bahkan kebakaran tersebut juga merenggut nyawa salah satu warganya yang ditemukan ditengah puing puing bangunan yang menjadi abu.
Korban meninggal diketahui bernama Haruna (53), merupakan pemilik rumah No 45 RT 2, di mana pertama kali api berasal.
“Api itu pertama kali dari rumah pak Haruna. Awalnya kecil, kemudian membesar dan puncaknya sekitar pukul 23.00 Wita,” ucap Rizal Sanusi (43), salah satu korban kebakaran, Minggu (6/6/2021).
Rumah Rizal sangat dekat dengan asal api tersebut. Hanya berjarak dua rumah. Saat kejadian, ia sempat beberapa kali mendengar teriakan minta tolong dari korban.
Namun karena api sudah mulai membesar dan menjalar, Rizal tak sempat memberikan pertolongan.
Saat itu yang difikirkannya bagaimana anggota keluarganya selamat dari musibah kebakaran yang mulai membesar.
“Sudah enggak sempat. Yang aku pikirkan hanya menyelamatkan anak-anak saya saja. Saya juga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharaga. Ijazah, sertifikat rumah dan lainnya hangus. Padahal anak-anak mau daftar sekolah,” ungkapnya.
Tambahnya, dirinya tidak mengetahui persisnya bagaimana kebakaran itu dapat terjadi. Api begitu cepat menjalar lantaran bangunan rumah disekitar TKP mayoritas terbuat dari kayu.
Akan tetap, Rizal menduga ada unsur kesengajaan. Bukan tanpa sebab, beberapa waktu sebelum kejadian Rizal sering kali mendengar anak korban berinisial B (18) mengancam untuk membakar rumah.
“Dia sering ngancam mau bakar rumah kalau tidak kasih uang oleh bapaknya. Semua warga di sini juga tahu soal itu. Dan ternyata kejadian betul,” seru Rizal.
Tambah saksi lain, Lina (48) juga mengatakan perilaku pemuda tersebut yang kerap mengancam akan membakar rumah bapaknya tersebut.
“Anak itu sering ngancam bakar rumah memang. Enggak tahu kenapa. Mungkin stres atau apa. Makanya saat tahu asal api itu dari rumahnya, warga gebukin itu anak. Karena sudah tahu pasti sengaja dibakar,” kata Lina.
Akibatnya, 44 Kepala Keluarga dengan 155 jiwa harus kehilangan tempat tinggal akibat peristiwa tersebut.
Pemkot Balikpapan dirikan posko
Pemerintah Kota Balikpapan pun bergerak cepat sebagai bentuk penanganan awal. Yaitu dengan mendirikan posko di Masjid Al Ula, Balikpapan Barat. Bantuan dari masyarakat maupun organisasi dan perusahaan bisa langsung disalurkan ke posko tersebut.
“Tidak ada penggalangan dana di lokasi lain. Langsung ke posko saja. Semua terpusat di sini,” kata Kepala BPBD Balikpapan Suseno.
Selain itu turut pula dibahas bantuan sewa rumah bagi para korban kebakaran. Termasuk inventarisasi anak sekolah dari tiga RT tersebut.
“Kalau jumlah bantuan sewa rumah sedang dibahas. Nanti masuk ke rekening masing-masing,” ucapnya. (pcm)





