
SAMARINDA – Rapat Forkopimda yang digelar oleh Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor, dihadiri langsung oleh seluruh jajaran pejabat yang ada dilingkungan Pemprov Kaltim, diruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur, Rabu (2/12/2020).
Dalam pelaksanaan rapat tersebut, Gubernur Kaltim Isran Noor memberikan sambutan, bahwa dirinya meminta agar semua kegiatan menjelang pilkada dan libur akhir tahun dikurangi.
“Memancing ikan belida Di Pulau takalang. Belida ditangkap jatuh ketanah pilkada Kaltim sudah siap digelar semoga terpilih pemimpin amanah. Ini pantun sebenarnya perintah dibawah sedikit dari wahyu. Banyak pantunnya ini cuman tidak cukup,” ucap Isran Noor.
Orang nomor satu di Kaltim itu juga sangat mengapresiasi keputusan Pemkot Samarinda yang melarang masyarakat kota Tepian untuk tidak menggelar acara pernikahan.
“Mengadakan kegiatan yang sifatnya tidak terkontrol dan alhamdulilah Samarinda mengeluarkan edaran baru melarang kegiatan termasuk kawinan. Kawinan kah nikahan kalau kawin tidak bisa dilarang nikah itu bisa diatur,” tutur Isran Noor.
Sementara itu dalam sambutannya, selain membahas terkait pencegahan dan penanganan Covid-19 di Pilkada, dan libur akhir tahun, Isran Noor juga tidak lupa untuk mengingatkan agar seluruh peserta pilkada nanti, untuk mentaati serta mematuhi protokol kesehatan.
Ia juga mengingatkan, untuk tidak bermain uang (money politics) selama pelaksanaan pilkada berlangsung. Jika terbukti adanya indikasi money politics, maka calon akan dikenakan sanksi dan tidak bisa mengikuti pilkada.
“Jangan bermain kelereng, jangan main gundu, jangan main biasa saja. Main uang silahkan. Main uang boleh tapi nanti dianulir (dibatalkan),” ucap Isran Noor.
Diakhir sambutan, dirinya kembali menegaskan kepada Bawaslu maupun KPU, jika memang terbukti ada indikasi money politics langsung ditindaklanjuti.
“Indikasi money politics anulir langsung jangan nunggu bukti,” tutup Isran Noor. (pry)
Editor: (dy)





