Tagihan Listrik Membengkak, Ini Penjelasan Manajer UP3 PLN Samarinda

Tagihan listrik yang membengkak diberbagai daerah. (ilustrasi/ist)

SAMARINDA – Tarif Dasar Listrik (TDL) dalam beberapa hari kebelakang cukup mengkhawatirkan. Bahkan masyarakat Samarinda mengeluhkan dengan lonjakan TDL yang dirasa bahkan sampai dua kali lipatnya.

Terkait hal tersebut DPRD Samarinda memanggil pihak PLN dan warga untuk melakukan rapat dengar pendapat (RDP) di gedung DPRD, Kamis (11/6/2020). Mereka membahas tentang kenaikan TDL yang membuat bengkak pembayaran masyarakat.

“Kami mengapresiasi dari dprd kota, karena memberikan masukan terkait perlu adanya sosialisasi dari pln ke masyarakat untuk menjawab isu tersebut,” ucap Manajer UP3 PLN Samarinda, Yuliandra Syahrial Nurdin, Jumat (12/6/2020).

Yuliandra mengatakan ada dua faktor yang mengakibatkan kenaikan tersebut. Pertama adalah tagihan TDL yang berubah, kedua dikarenakan volume pemakaian tagihan listrik tiap pelanggan yang berbeda-beda.

“Kondisi listrik naik ada isu berkembang mulai TDL naik dari tahun 2017. Kenyatannya bahkan maret 2019 sampai desember 2019 turun Rp 52 untuk pelanggan rumah tangga. Karena waktu itu harga Batubara turun,” ungkapnya.

Tambahnya, pada bulan Maret pihaknya melakukan pembacaan meter, namun pada bulan Maret ke April tidak ada pembacaan meteran listrik. Sehingga perhitungannya hanya berdasarkan rata-rata penggunaan bulan pasa Desember, Januari, February lalu.

“Satu Bulan saja dirata-ratain. April petugas kembali membaca meteran dan terhitung pada pembayaran Bulan mei mengalami perubahan tagihan,” serunya.

Nantinya, bagi warga yang mengalami kenaikan tarif listrik selama pandemi Covid-19 bisa melaporkan ke beberapa Kantor PLN yang terdapat di Kota Samarinda. Ada sekitar tujuh unit pelayanan PLN yang berada di Samarinda dan sekitarnya.

“Terkait dengan mekanisme pengeluhan dari masyarakat, silahkan menghubungi posko pelayanan PLN yang ada di UNP di 7 rayon – rayon, di Samarinda Kota, Samarinda Ilir, Samarinda Seberang, Samarinda Ulu, Tenggarong, Mahakam Ulu, dan Kota Bangun,” jelasnya.

Tambahnya, terdapat hitungan sendiri terkait pembiayaan tagihan listrik. Untuk pembayaran bulan sebelumnya terhitung dibayarkan dengan sistem cicil.

“Harga awal plus 40 persen selisihnya akan dibayarkan di bulan ini, dan buat 60 persen akan dicicil selama 3 bulan ke depan dengan masing – masing 20 persen,” katanya.

Perhitungan tagihan listrik itu tidak bisa diganggu. Sebab perhitungan sistem pusat telah mencatat tagihan listrik tiap bulannnya.

“Perhitungan by system, karena sistemnya sudah satu dan terpusat secara nasional, sehingga PLN Kota juga tidak memiliki otoritas untuk mengutak atik pembayaran tersebut,” Tutupnya. (pry)

Editor : Abdur Rachim

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *