
SAMARINDA – Selama 3 hari, 25-27 Maret 2022 Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi melaksanakan Konferkot, bertempat di Jalan Markisa No. 48 Kota Samarinda acara konferkot tersebut digelar.
Selama konferkot tersebut digelar, berbagai isu dan program perjuangan di-diskusikan, tak luput juga pembacaan situasi kekinian saat ini.
“khususnya tentang dunia pendidikan di kampus-kampus dimana ada basis atau komisariat LMND,” ucap Ketua Panitia Dede Wahyudi.
Pada sesi pemilihan akhirnya Dandi Wijaya mantan Presiden BEM FH-Unmul terpilih sebagai Ketua Kota Eksekutif Kota Samarinda. Sebenarnya ada 3 kandidat yang diusulkan dalam forum konferkot ini dan Dandi unggul jauh dari kedua kandidat lainnya, dan menggantikan Deny yang merupaka Ketua demisoner LMND Samarinda.
Konferkot ini dibuka secara resmi oleh Udin Rizky (Jubir PRIMA Kaltim). Dalam sambutannya Udin Rizky berharap LMND menciptakan kader-kader tangguh yang menjiwai nilai-nilai pancasila, tetap progresif dan berkomitment terus terhadap perjuangan rakyat.
Konferkot sendiri berlangaung dengan sangat sederhana.
“Acara ini rampung juga akhirnya, kami tak punya anggaran cukup sebenarnya, ya terpaksa para peserta konferkot bergotong-royong dan alhamdulillah peserta tetap antusias,” ucap Dandi Wijaya.
Ada beberapa program politik yang berkembang dalam forum konferkot, salah satunya yang menjadi sentral atau titik fokus pengerjaan kedepan LMND Samarinda adalah “Poros Politik Anti Oligarki”.
“Dalam pandangan kami sengkarutnya situasi ekonomi politik bangsa ini akibat dari cengkraman oligarki yang semakin kuat, harusnya negara melindungi yang lemah(rakyat biasa) dan membatasi kuasa segelintir elit(oligarki), tapi nyatanya negara tak berbuat itu,” seru Dandi. (cps)





