
Ditengah situasi pandemi Covid-19 yang masih menerpa Indonesia, Kampus Institut Teknologi Kalimantan (ITK) tetap melakukan tanggung jawab tri dharma perguruan tinggi. Diantaranya adalah kegiatan KKN angkatan pertama ITK.
Tentu saja, sebagaimana mestinya tidak lupa kelompok KKN melakukan perizinan baik dari Pemerintahan Kota Balikpapan, Pemerintahan setempat, dan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang seharusnya demi terselenggaranya kegiatan KKN tersebut. Kali ini kegiatan KKN berlokasikan di Balikpapan, tepatnya di Kelurahan Telagasari RT.45.
Kelompok KKN tersebut terdiri dari Firza Putra Mulyawan(Teknik Elektro), Maulana Aryantara (Teknik Mesin), Reihanda Fikri Wirayudha (Teknik Mesin), Azman (Teknik Elektro), Hanif Trimulya (Teknik Elektro), Reza Kurniawan Ramadhan (Teknik Elektro), Riyan Anugrah (Teknik Elektro). Kegiatan KKN ini berlangsung sejak pekan pertama perkuliahan sampai pekan ke-16 perkuliahan dibulan Maret 2021 lalu.
Selama pelaksanaan KKN, para mahasiswa mendapatkan pendampingan baik online maupun offline dari Dosen Pembimbing Lapangan mereka, yaitu Syalam Ali Wira Dinata Simatupang dan Gad Gunawan.

Meski dalam situasi pandemi masyarakat sekitar tetap antusias dengan kegiatan yang dicanangkan. Karenanya, tim Dosen, Mahasiswa, dan Mitra KKN membatasi masyarakat yang hadir disosialisasi KKN dan melakukan pemilihan peserta.
Tema yang diangkat kelompok KKN Kelurahan Telagasari RT. 45 ini mengenai bercocok tanam dengan menggunakan metode hidroponik yang benar dan efektif. Sebelum mencetuskan ide program kerja itu, para mahasiswa terlebih dahulu melakukan riset yang cocok dengan kebutuhan lingkungan setempat dan sekiranya realistis dengan situasi dan kondisi yang ada.
Apalagi, diketahui dari Gadung, selaku ketua RT. 45, bahwa RT 45 terpilih sebagai kontestan kawasan Clean, Green, and Healthy (CGH) dan juga sebagai lingkungan percontohan. Dari hal itu Mahasiswa KKN ITK dan Dosen pembimbing saling berdiskusi menukar pikiran dengan elemen yang terkait pada mitra dan RT setempat untuk mewujudkan desa percontohan.
Terkait kegiatan KKN, Ketua RT.45 menyambut baik akan hal tersebut. Bahkan kedepan menyambut mahasiswa ITK yang kembali melakukan KKN di wilayahnya. Selain itu, mitra atau peserta KKN ITK atas nama Lasade mengatakan kegiatan KKN ITK memberikan manfaat bagi masyarakat dan saling berkontribusi satu dengan lainnya.
Usai sosialisasi, langsung dilakukan proses tanam oleh mitra KKN. Masa tanamnya sendiri selama 1 bulan.

Pengecekan pada penanaman hidroponik ini dilakukan 2-4 kali dalam seminggu. Tujuannya untuk mengontrol nutrisi yang ada pada pipa.
Nutrisi tersebut sebagai pengganti tanah yang mana sesuai dengan namanya untuk nutrisi perkembangan pada tanaman yang ditanam, yaitu selada. Idealnya waktu panen selada dibutuhkan 26 – 30 hari, akan tetapi pada hal ini dilakukan pada 37 hari.
Selanjutnya tanaman sawi yang ditanam, dan diserahkan kepada masyarakat guna untuk memandirikan warga sekitar serta menanamkan kepedulian warga terhadap lingkungan yang Clean,Green, and Healthy.
Selain membantu proses produksi, para mahasiswa KKN juga ikut membantu memasarakan produksi sayur hasil hidroponik tersebut. Mereka mempromosikan melalui media sosial, seperti video, facebook, Instagram, maupun membuat status di WhatsApp.
Masyarakat pun senang dengan kegiatan KKN yang dilakukan mahasiswa ITK di Rt 45. Bahkan mereka berharap kegiatan serupa bisa kembali dilakukan dengan ide ide inspiratif lainnya yang bisa dikolaborasikan bersama masyarakat.
Pada pelaksanaan KKN di Telagasari RT.45 ini berjalan baik dan lancar. Walaupun ada beberapa masalah seperti kondisi pandemi, namun tidak menyurutkan semangat antara elemen-elemen yang bersangkutan.

Masyarakat pun diharapkan bisa melanjutkan dan mengembangkan potensi tanaman hidroponik yang ada di Kelurahan Telagasari RT. 45 guna membantu perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.





