Kluster KPU Samarinda, Usai 25 Staf Terkonfirmasi Positif dan 1 Orang Meninggal Dunia

Ketua KPU Samarinda Firman Hidayat. (pry)

SAMARINDA – Usai rapat pleno rekapitulasi suara hasil Pilkada Samarinda di Hotel Bumi Senyiur beberapa waktu lalu, lonjakan kasus Covid-19 yang berasal dari ‘kluster KPU’ meningkat. Apalagi, setelah salah seorang staf KPU Samarinda meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

Ketua KPU Samarinda Firman Hidayat mengatakan pihaknya telah melakukan tes swab massal usai rapat pleno rekapitulasi suara tersebut. Hasilnya, sebanyak 25 staf dinyatakan terkonfirmasi Covid-19.

Ke-25 staf itu pun saat ini menjalani isolasi mandiri di Balai karantina di Kecamatan Samarinda Seberang. Tracing pun gencar dilakukan, bahkan seluruh anggota keluarga juga melakukan tes swab.

“Tracing ke keluarga karena mereka berinteraksi saat pulang meskipun kondisi sehat ternyata dinyatakan positif tentu berpotensi menularkan,” ungkapnya, Rabu (23/12/2020).

Pihaknya pun menyatakan hal itu menjadi kluster KPU Samarinda. Sementara itu, kasus terkonfirmasi positif tidak terjadi pada PPK maupun PPS, hanya di kalangan sraf KPU dan Komisioner.

“Kluster KPU Kota Samarinda ini, iya. Karena hanya di staf KPU dan komisioner. Kalau yang bekerja diluar, PPK dan PPS lakukan rapid dan hasilnya non Reaktif hanya, jadi hanya di kantor KPU,” jelas Firman Hidayat.

Firman pun menambahkan untuk saat ini seluruh karyawan akan bekerja di rumah. Namun, staf keuangan saja yang masih masuk ke kantor dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. (pry)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *