Disnakertrans Paser Luncurkan Pelatihan Kompetensi 2026, Peserta Dipantau hingga 6 Bulan

Foto: Disnakertrans Paser Luncurkan Pelatihan Kompetensi 2026. Sumber: Istimewa.
Foto: Disnakertrans Paser Luncurkan Pelatihan Kompetensi 2026. Sumber: Istimewa.

Paser, Kaltimedia.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Paser memulai program pelatihan berbasis kompetensi tahun 2026. Kegiatan ini digelar di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Paser KM 5, Kecamatan Tanah Grogot, Selasa (5/5/2026).

Sebanyak 48 peserta dari berbagai kecamatan mengikuti pelatihan tahap pertama ini. Mereka dibagi ke dalam tiga kejuruan, masing-masing diikuti 16 orang, yakni operator komputer muda (260 jam), servis sepeda motor sistem injeksi (280 jam), dan instalasi listrik bangunan sederhana (260 jam).

Kepala Disnakertrans Paser, Rizky Noviar, menegaskan pelatihan ini bukan sekadar peningkatan keterampilan teknis, melainkan bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang terintegrasi.

“Ini merupakan bagian dari Paser Tuntas. Artinya, kami tidak hanya fokus pada pelatihannya saja, tetapi juga bagaimana memonitoring dan mengevaluasi pasca pelatihannya,” ujarnya.

Berbeda dengan pola pelatihan konvensional, Disnakertrans memastikan peserta akan dipantau selama enam bulan setelah program selesai. Monitoring dilakukan untuk melihat perkembangan usaha maupun kesiapan kerja peserta.

Fasilitas pendukung juga disiapkan sejak awal. Peserta yang berorientasi wirausaha akan dibantu membuka rekening di Bank Kaltimtara, pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga sistem pembayaran digital QRIS.

“Artinya kendalanya di mana bisa kita lihat. Yang siap berwirausaha sudah kita fasilitasi dari awal, termasuk rekening, NIB, hingga QRIS,” kata Rizky.

Hasil pemantauan tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan kelayakan peserta dalam mengakses program Kredit Nol Persen Paser Tuntas. Skema ini ditujukan untuk membantu pengembangan usaha, baik dari sisi permodalan maupun pengadaan peralatan.

“Nanti setelah enam bulan kita lihat, apakah mereka bisa mendapatkan bantuan kredit untuk peningkatan usaha, atau kebutuhan alat dan pengembangan lainnya,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Disnakertrans tidak bekerja sendiri. Program ini disinergikan dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk sektor perdagangan dan UMKM, untuk memastikan keberlanjutan pemberdayaan peserta.

Meski demikian, evaluasi awal menunjukkan belum meratanya keterwakilan peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Paser. Hal ini diakui sebagai pekerjaan rumah yang akan diperbaiki pada pelatihan berikutnya.

“Ke depan kita upayakan lebih merata, agar semangat ‘adil’ dalam Paser Tuntas benar-benar dirasakan seluruh wilayah,” tegas Rizky.

Program ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam mendorong lahirnya tenaga kerja terampil sekaligus wirausaha baru di Bumi Daya Taka. (Dy)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *