
Samarinda, Kaltimedia.com — Menjelang perayaan Idulfitri, kenaikan harga sejumlah bahan pangan kerap terjadi di berbagai daerah. Namun, DPRD Kalimantan Timur mengimbau masyarakat agar tidak merespons kondisi tersebut secara berlebihan dengan melakukan pembelian dalam jumlah besar.
Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, mengatakan kenaikan harga bahan pokok menjelang hari raya merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun.
Menurutnya, meningkatnya permintaan masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang mendorong lonjakan harga di pasar.
“Menjelang Lebaran memang biasanya ada dampak secara sistemik. Kalau misalnya harga BBM naik, biasanya bahan pokok juga ikut naik,” ujar Sabaruddin, Rabu (11/3/2026).
Sabaruddin menjelaskan, selain faktor permintaan domestik, dinamika ekonomi global juga dapat memengaruhi harga sejumlah komoditas pangan.
Perubahan harga energi, seperti bahan bakar minyak, sering berdampak pada biaya produksi dan distribusi sehingga memicu penyesuaian harga bahan pokok di pasar.
Beberapa komoditas yang biasanya mengalami kenaikan menjelang hari besar keagamaan antara lain cabai, bawang, dan beras.
Meski kerap dikeluhkan konsumen, Sabaruddin menilai kenaikan harga dalam kondisi tertentu juga dapat memberikan manfaat bagi petani.
“Kalau cabai naik atau beras naik, menurut saya tidak masalah. Petani kita juga perlu merasakan hasil dari kerja mereka,” katanya.
Ia menambahkan bahwa selama ini petani sering berada pada posisi yang kurang menguntungkan ketika harga komoditas turun drastis saat masa panen.
“Sering kali harga turun dan yang menikmati justru bukan petani. Jadi kalau sesekali harga naik, berikan juga kesempatan kepada petani untuk menikmati hasilnya,” lanjutnya.
Di sisi lain, DPRD memastikan ketersediaan bahan pangan di wilayah Kalimantan Timur masih dalam kondisi aman menjelang Lebaran.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga terus memantau distribusi dan pasokan bahan pokok di seluruh kabupaten dan kota.
Sabaruddin mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan panic buying karena tindakan tersebut justru dapat memicu kelangkaan barang dan mempercepat kenaikan harga di pasar.
“Panic buying tidak perlu. Stok pangan kita masih bagus dan saya yakin di sepuluh kabupaten dan kota di Kaltim masih terkendali,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat tetap tenang dan berbelanja secara bijak agar stabilitas harga serta ketersediaan bahan pangan tetap terjaga hingga perayaan Idulfitri. (Rfh)
Editor: Ang



