
BALIKPAPAN — Di sepanjang Jalan Bekapai yang kini tampak lebih rapi, tiang-tiang listrik yang dulu berderet semrawut sudah tak lagi terlihat. Kabel-kabel yang dulu menggantung acak kini tersembunyi di bawah tanah.
Pemandangan ini menjadi gambaran kecil dari masa depan yang tengah diimpikan Pemerintah Kota Balikpapan, kota modern dengan tata ruang bersih sekaligus sumber pemasukan baru bagi daerah.
Gagasan kabel bawah tanah bukan sekadar proyek infrastruktur. Bagi Komisi III DPRD Kota Balikpapan, ini adalah langkah strategis untuk menata wajah kota sambil menciptakan peluang ekonomi.
Ketua Komisi III, H. Yusri, menyebut program tersebut sebagai bentuk inovasi dalam mengelola potensi utilitas publik agar tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga memberi manfaat finansial.
“Kalau ditata dengan sistem bawah tanah, kota jadi lebih indah. Tapi yang lebih penting, ruang utilitas itu bisa disewakan kepada operator listrik atau telekomunikasi, sehingga daerah mendapat tambahan PAD,” ujarnya, Senin (13/10/2025).
Konsep ini sebenarnya sudah masuk dalam agenda pembangunan jangka menengah daerah. Pemerintah menargetkan pelaksanaannya dimulai pada 2026, dengan kemungkinan penyesuaian bila ada kendala anggaran. Sejumlah instansi telah menyiapkan langkah konkret.
Dinas Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan desain teknis, sementara Bappeda melalui Litbang melakukan studi kelayakan agar kebijakan ini dapat diterapkan secara efisien.
Yusri mencontohkan penerapan awal di kawasan Bekapai dan Grand City, yang kini menjadi percontohan penataan kota berbasis kabel bawah tanah. Selain tampak lebih tertib, kawasan tersebut juga lebih aman dari risiko gangguan listrik akibat cuaca ekstrem.
“Kalau di dua lokasi itu bisa berjalan baik, artinya secara teknis kita siap memperluasnya. Tinggal bagaimana kemauan dan koordinasi lintas sektor dijalankan,” tambahnya.
Melalui sistem box culvert yang sudah disiapkan di sepanjang saluran kota, Balikpapan kini membuka peluang kerja sama dengan penyedia jaringan listrik dan internet. Dari sanalah potensi pendapatan daerah akan mengalir.
Lebih dari sekadar mempercantik kota, kabel bawah tanah menjadi simbol perubahan cara berpikir, dari membangun yang tampak di permukaan, menuju pengelolaan sumber daya yang lebih cerdas dan berkelanjutan.
“Balikpapan tidak hanya bersih dari kabel kusut, tapi juga punya sumber pendapatan baru yang bisa memperkuat pembangunan daerah,” tutup Yusri optimis. (Adv)





