Aksi Solidaritas Affan Kurniawan Masih Membara di Sejumlah Kota

Foto: Ribuan massa melakukan aksi demo di depan Mako Brimob Kwitang, Jakarta. Sumber: Istimewa.
Foto: Ribuan massa melakukan aksi demo di depan Mako Brimob Kwitang, Jakarta. Sumber: Istimewa.

Jakarta, Kaltimedia.com – Gelombang aksi massa memprotes kematian pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan usai terlindas kendaraan taktis Brimob pada demo 28 Agustus masih terus berlangsung hingga Jumat (29/8) malam.

Jakarta

Hingga pukul 21.35 WIB, massa masih mengepung semua pintu masuk Mapolda Metro Jaya. Situasi memanas setelah JPO dan Halte Transjakarta di depan Mapolda dibakar. Tak jauh dari lokasi, di depan kompleks parlemen, massa juga berkumpul. Sekitar pukul 21.10 WIB, pintu tol Pejompongan yang berada di seberang DPR/MPR ikut terbakar.

Meski aparat beberapa kali mengimbau massa bubar lewat pengeras suara, seruan itu diabaikan. Polisi cenderung pasif, hanya bertahan di balik gerbang DPR meski dilempari batu, botol, petasan, hingga molotov.

Surabaya

Situasi mencekam juga terjadi di Surabaya. Sejumlah ruas jalan utama seperti Basuki Rahmat, Gubernur Suryo, Yos Sudarso, Pemuda, hingga Panglima Sudirman ditutup karena bentrokan antara massa dan polisi.

Massa membakar water barrier di tengah jalan hingga api berkobar di depan akses parkir Tunjungan Plaza. Di depan Mapolsek Tegalsari, massa juga membakar pembatas jalan.

Makassar

Di Makassar, ribuan mahasiswa mengepung kantor DPRD Sulawesi Selatan di Jalan Urip Sumoharjo. Massa berusaha menerobos masuk sambil melempari batu, membakar motor, dan merusak fasilitas. Sebuah pos polisi di pertigaan Jalan AP Pettarani–Sultan Alauddin ikut dibakar.

Polisi mengamankan tiga orang pengunjuk rasa. Sejak siang, mahasiswa juga menutup jalan di depan kampus UMI, UNM, dan Unhas. Mereka memblokade jalan dengan ban terbakar, menyandera truk kontainer, hingga memaksa sopir truk sampah menumpahkan muatannya di jalanan.

Aksi-aksi ini merupakan gelombang protes setelah Affan Kurniawan tewas terlindas rantis Brimob pada Kamis (28/8) malam.

Selain menuntut keadilan atas kasus Affan, massa juga meluapkan kekecewaan terhadap DPR, termasuk kebijakan terkait tunjangan rumah anggota parlemen yang belakangan menuai kritik publik. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *