Mufti Anam Soroti Wamen Rangkap Komisaris: Ironi di Tengah Sulitnya Lapangan Kerja

Foto: Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP, Mufti Anam. Sumber: Istimewa.
Foto: Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP, Mufti Anam. Sumber: Istimewa.

Jakarta, Kaltimedia.com — Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP, Mufti Anam, mengkritik keras fenomena rangkap jabatan wakil menteri (wamen) yang juga merangkap sebagai komisaris di perusahaan pelat merah BUMN. Menurutnya, praktik ini memang tidak melanggar hukum, namun bertentangan secara etika publik, terutama di tengah kondisi rakyat yang masih sulit mendapatkan pekerjaan.

“Ini adalah ironi besar ketika jutaan anak muda dan kepala keluarga mengantri lowongan pekerjaan, tapi pejabat publik justru menduduki dua bahkan tiga posisi strategis sekaligus,” ujarnya.

Mufti menekankan bahwa meskipun rangkap jabatan sah secara regulasi, hal ini mencederai rasa keadilan sosial dan mencerminkan minimnya kepekaan elite politik terhadap nasib rakyat.

Pengawasan dan Tuntutan Kinerja

DPR, kata Mufti, akan mengawasi secara ketat kinerja para wamen-komisaris tersebut. Ia menegaskan bahwa pejabat yang rangkap jabatan harus membuktikan manfaat nyata, bukan sekadar menambah beban birokrasi.

“Rakyat berhak melihat apakah kehadiran para pejabat ini mampu mengakselerasi transformasi BUMN, atau hanya jadi ruang elitis berbagi posisi,” tambahnya.

Ia mengingatkan bahwa gaji dan fasilitas pejabat dibayar dari uang rakyat, sehingga ketidakmaksimalan dalam kinerja adalah bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan publik.

Tuntutan Output dan Transformasi Nyata

Mufti juga menekankan bahwa para wamen yang menjadi komisaris harus menghasilkan output konkret, seperti: Efisiensi operasional BUMN, Penurunan utang, dan Peningkatan kontribusi BUMN terhadap negara dan masyarakat.

“Kalau hanya hadir dalam daftar gaji, tapi tidak hadir dalam daftar kinerja, maka itu adalah bentuk pengkhianatan,” tegas Mufti.

Data Wamen-Komisaris

Diketahui, saat ini terdapat 30 wakil menteri yang juga menjabat sebagai komisaris di BUMN dan anak usahanya. Dilansir dari Detikcom, 30 wamen yang merangkap jabatan:


1. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono – Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia (Persero)

2. Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan – Komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero)

3. Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha – Komisaris PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk

4. Wakil Menteri Komdigi Angga Raka Prabowo – Komisaris Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

5. Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan – Komisaris PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

6. Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim – Komisaris PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

7. Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah – Komisaris PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

8. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara – Komisaris PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN)

9. Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma’ruf – Komisaris PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN)

10. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo – Komisaris Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

11. Wakil Menteri UMKM Helvy Yuni Moraza – Komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

12. Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti – Komisaris Utama PT Brantas Abipraya (Persero)

13. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung – Komisaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

14. Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf – Komisaris Utama PT Perikanan Indonesia (Persero)

15. Wakil Menteri Perhubungan Suntana – Komisaris Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (Pelindo)

16. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono – Komisaris PT Pertamina Bina Medika

17. Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto – Komisaris Utama PT Dahana

18. Wakil Menteri P2MI/Wakil Kepala BP2MI Christina Aryani – Komisaris PT Semen Indonesia (Persero) Tbk

19. Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono – Komisaris Utama PT Telekomunikasi Seluler

20. Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria – Komisaris PT Telekomunikasi Seluler

21. Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri – Komisaris Utama PT Sarinah

22. Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinator Penanaman Modal Todotua Pasaribu – Wakil Komisaris Utama PT Pertamina (Persero)

23. Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Isyana Bagoes Oka – Komisaris PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk

24. Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro – Komisaris Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk

25. Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria – Komisaris Utama PT Indosat Tbk

Baca juga:
Daftar Terbaru Wamen Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN
26. Wakil Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan – Komisaris di PT Citilink Indonesia

27. Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat – PT PLN Energi Primer Indonesia (PT PLN EPI).

28. Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno – Komisaris PT Pertamina International Shipping (PIS).

29. Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono – Komisaris PT Pertamina Patra Niaga

30. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie – Komisaris PT Pertamina Hulu Energi (PHE). (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *