
SAMARINDA – Atlet panahan Kaltim menunjukkan kontribusinya terhadap kontingen dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21 2024 kemarin di Aceh-Sumut. Mereka menyumbang 2 keping medali emas, 3 perak dan 1 perunggu.
Raihan medali tersebut melampaui target yang dicanangkan sebelumnya, yakni hanya satu emas. Sehingga dengan 2 medali itu sangat diapresiasi oleh KONI Kaltim.
Sekretaris Umum Pengprov Persatuan Olahraga Panahan Indonesia (Perpani) Kaltim, Haidhar Fathoni menerangkan, bahwa Sutomo Jabir sebagai ketua pengurus cabor sudah menyiapkan program khusus bagi atlet berprestasi, dan rencananya dimulai tahun depan, menyesuaikan alokasi anggaran.
“Kita Pengprov sudah jauh-jauh hari menyiapkan program. Program ini kita gak sampaikan ke atlet karena kita gak mau seandainya atlet tau misi dan konsentrasi nya berubah tapi kita punya kegiatan yang dianggarkan melalui aspirasi Ketua Sutomo Jabir dan itu sudah dialokasikan di APBD Murni 2025,” ucap Fathoni, kepada awak media, Sabtu (28/09/2024).
Selain atlet PON, adapun atlet yang berprestasi pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di Palembang 2023 lau.
Namun Fathoni menekankan jika anggaran ini disiapkan untuk program tersebut, bukan bentuk bonus.
“Anggaran itu disiapkan untuk kegiatan atlet yang punya prestasi, salah satunya atlet PON dan Popnas Palembang. Itu saya gak tau dalam bentuk apa tapi nanti kita rumuskan kembali. Bukan bonus tapi berupa program khusus bagi atlet berprestasi yang nantinya tunggu arahan ketua dulu,” katanya.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Toni itu juga menjelaskan, kalau bonus memang sudah ada tersendiri dari KONI Kaltim yang memberikan dana segar langsung di venue bagi peraih emas.
“Kalau bonus berupa materi saya yakin KONI Kaltim sudah siapkan dan kalau mau kasih bonus berupa materi kurang elok bagi kami, kami pikir KONI sudah sangat baik dan sangat memikirkan kesejahteraan atlet sampai detik meraih medali emas pun sudah dipikirkan jadi kami bersinergi untuk memikirkan kedepannya,” ujar Toni.
Ia juga menambahkan, nantinya atlet yang meraih medali ini juga akan mendapatkan bonus dari Pemprov Kaltim sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi atlet terhadap daerah dalam perehelatan multi event.
Menurut Toni kalau atlet kebanyakan bonus berupa uang, makan akan bisa habis jika tidak bisa memanage dengan benar. Untuk itu Perpani Kaltim sudah menyiapkan program pembinaan atlet berprestasi jangka panjang.
“KONI dan Pemerintah sudah memberi materi dan kami akan memikirkam bagaimana atlet berprestasi punya kegiatan yang baik jadi berkesinambungan. Kalau seandainya materi terus uang bisa habis, jadi saya berpikir bagaimana nanti adek-adek ini setelah dapat materi juga punya apa dalam menggapai yang lain. Istilahnya wildcard lah dari kami entah dalam kegiatan apa nanti kami urus dengan ketua,” katanya. (Dy)





