
SAMARINDA – Kaltim menjadi tuan rumah Temu Profesi Tahunan (TPT) ke-32 Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI), yang berlangsung Selasa (19/9/2023), di Hotel Mercure Samarinda. Sebelumnya, beberapa rangkaian kegiatan juga dilakukan PERHAPI sebelum acara hari ini, diantaranya jalan sehat bersama masyarakat, PERHAPI Goes To Campus, menanam 500 bibit pohon, dan susur sungai Mahakam.
Dalam TPT tahun ini, PERHAPI mengangkat tema Perbaikan Tata Kelola Pertambangan untuk Menunjang Ketahanan Ekonomi Bangsa. Sebanyak 26 perwakilan PERHAPI dari berbagai daerah hadir dalam kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, semua rangkaian acara berjalan lancar. Kegiatan kita hari ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pemerintahan. Tentu ini sejalur terhadap visi-misi Pemerintah dalam memperkuat Indonesia Unggul tahun 2045 mendatang,” ungkap Ahmad Helmy, Ketua PERHAPI Kaltim.
Jelasnya, selain dihadiri delegasi PERHAPi Se-Indonesia, turut dihadirkan mahasiswa serta both perusahaan tambang yang ada di Kaltim. Tentu hal ini dilakukan guna memperkenalkan pada daerah luar mengenai pertambangan di Kaltim yang sangat produktif.
“Dihadiri juga tamu delegasi dari perusahan pertambangan batubara hingga nikel. Lokal daerah maupun perusahaan asing. Tak lupa puluhan mahasiswa dari Fakultas Teknik Universitas Mulawarman yang ikut meramaikan acara ini,” serunya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum, Sudirman Widhy Hartono yang mewakili Ketua Umum PERHAPI, Rizal Kasli, mengatakan terima kasihnya kepada pihak yang telah mendukung berlangsungnya acara tersebut.
“Semoga ini dapat memberikan kebermanfaatan bagi seluruh elemen. Terkhusus rakyat Indonesia pada sektor Ekonomi,” sebutnya.
Sudirman menjelaskan, tema TPT PERHAPI kali ini terkait perbaikan tata kelola pertambangan untuk menunjang ketahanan ekonomi bangsa. Menurutnya, sektor pertambangan telah terbukti mampu memertahankan pertumbuhan ekonomi bangsa saat ekonomi dunia sedang terpuruk, terkhusus saat masa pandemi COVID-19 lalu.
“Ketika banyak negara mencatat pertumbuhan ekonomi negatif, Indonesia masih bisa tumbuh positif yang salah satunya karena ditopang oleh sektor pertambangan. Kenaikan harga komoditas dan hilirisasi tambang yang sudah berjalan menjadikan perekonomian Indonesia lebih kokoh,” jelasnya.
Tambahnya, PERHAPI saat ini melihat tata kelola pertambangan di Indonesia sudah berjalan baik. Meski begitu, beberapa catatan masih ada di sektor pertambangan.
Mulai dari aktivitas penambangan sampai pada kegiatan pengolahan, pemurnian hingga ke industri manufaktur untuk memghasilkan barang jadi atau produk jadi.
Di hulu adanya pertambangan ilegal, tumpang tindih perizinan, fenomena dokumen terbang, operasional yang baik, pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, dan aspek lingkungan.
Sementara di midstream dan hilir masih ada sejumlah isu mulai dari aspek produk yang dihasilkan yang dominan adalah produk antara dan juga konservasi cadangan.
“Ini semua menjadi catatan. Para pemangku kepentingan termasuk PERHAPI wajib menemukan solusi sehingga potensi pertambangan yang kita miliki bisa memberi manfaat yang lebih optimal lagi bagi bangsa,” ucapnya.
“Kami sungguh berharap, dapat mengusung kebermanfaatan bagi pemerintah dan tentu mensejahterakan Rakyat Indonesia melalui sektor ketahanan ekonomi pertambangan,” tambahnya lagi. (Ar)



