
Jakarta, Kaltimedia.com – Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menanggapi isu dugaan perundungan (bullying) yang disebut-sebut menjadi salah satu motif siswa terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11/2025).
Saifullah meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian sebelum hasil penyelidikan resmi dari kepolisian dirilis.
“Ya, kita tunggu saja ya, jangan berspekulasi. Kami tadi sempat berdialog dengan para korban, tetapi belum memungkinkan untuk membicarakan hal yang detail,” ujar Saifullah usai menjenguk korban di RS Yarsi Cempaka Putih, Sabtu (8/11).
Kementerian Sosial memastikan proses rehabilitasi psikososial diberikan kepada korban dan keluarga mereka. Pada kunjungan tersebut, komunikasi yang dilakukan difokuskan untuk menjaga kondisi psikologis para siswa yang terdampak.
“Kami hanya berbicara ringan, menanyakan posisi mereka saat kejadian dan bagaimana mereka menyelamatkan diri. Sebagian besar masih didampingi orang tua,” ujarnya.
Menurut Saifullah, sebagian besar korban masih menunjukkan tanda trauma, tetapi mereka tetap memiliki semangat kuat untuk pulih.
“Dari hasil dialog dengan para dokter, saya lihat anak-anak punya semangat besar untuk segera sembuh. Mari kita doakan bersama,” katanya.
Berdasarkan data Pos Pelayanan Polri di RS Islam Cempaka Putih hingga Sabtu pukul 10.00 WIB, total 96 korban ledakan dirawat di tiga rumah sakit di Jakarta Pusat:
- RS Islam Cempaka Putih: 43 pasien (14 rawat inap, 29 sudah pulang)
- RS Yarsi: 15 pasien (14 rawat inap, 1 sudah pulang)
- RS Pertamina Jaya: 7 pasien (6 sudah pulang, 1 masih dirawat)
Secara keseluruhan, 67 pasien telah diperbolehkan pulang, sementara 29 lainnya masih mendapat perawatan.
Dalam konferensi pers terpisah di RS Cempaka Putih, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa terduga pelaku ledakan adalah siswa SMAN 72 berusia 17 tahun yang juga mengalami luka akibat insiden tersebut.
Aparat masih menyelidiki motif di balik kejadian, termasuk memeriksa media sosial dan riwayat keluarga terduga pelaku.
Terkait dugaan bullying, Listyo mengatakan bahwa seluruh kemungkinan sedang ditelusuri.
“Itu salah satu yang kita kumpulkan juga terkait upaya kita untuk mengungkap motif. Informasi yang dapat mendukung gambaran motif tentu kita kumpulkan,” kata Kapolri.
Penyelidikan masih berlangsung dan pemeriksaan terhadap terduga pelaku akan dilakukan setelah kondisinya benar-benar stabil. (Ang)





