Menuju PON, Tim Triathlon Kaltim Siapkan Atlet dengan Kualitas Diatas Rata-rata

Tim triathlon Kaltim jalani latihan di Samarinda.

SAMARINDA – Tidak terasa kurang lebih dua pekan lagi, perhelatan multi event Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21 di Aceh dan Sumut, akan dibuka pada 8 September 2024, di Banda Aceh. Dalam sisa waktu ini pun atlet triathlon Kaltim menggenjot persiapan agar sukses mendulang medali.

Manager Triathlon Kaltim, Agus WRB, menerangkan persiapan para atlet yang dibawa ke PON nanti sudah cukup baik, bahkan ada salah satu atletnya yang memiliki kualitas diatas rata-rata.

“Persiapan atlet kita luar biasa sesuai dengan target pelatih. Alhamduliah selama Pelatda itu kita yang tertinggi atas nama Syahroni. Tapi secara rata-rata yang lain jauh meningkat juga,” ucap Agus WRB, kepada awak media.

Ia menyebut akan membawa 4 atlet, terdiri 3 pitra dan 1 putri. Di mana pada PON perdana ini, timnya mengikuti semua kategori yang dipertandingkan.

“Semua kita ikutin dari triathlon, duathlon, aquatlon karena daru BK pon kita masuk semua. Ini pertama kalinya triatlon ikut di PON,” ujarnya.

Sedangkan untuk peluang, Agus menyebut atletnya yang digadang potensi ini diharapkan setidaknya membawa pulang 1 keping emas.

“Harapan kami Syahroni bisa mengembangkan. Jadi 1 atlet kita minimal bisa bawa 1 emas dan 2 perak 1 perunggu,” katanya.

Lebih lanjut targetan 1 emas tersebut bermodalkan saat menjalani program try out yang dilakukan di Jakarta dan Surabaya pada Juli lalu. Hal itu terlihat para atlet mengalami peningkatan.

Sementara itu, Pelatih triathlon Kaltim, Taufik, kepada RRI menjelaskan soal progres para atlet sudah alami peningkatan, baik fisik, teknik dan mental bertanding.

Namun disisa waktu yang ada ini akan dimanfaatkan kembali untuk mengasah mental agar tebal seperti baja dengan melakulan refreshing dan mendatangkan seorang psikolog.

“Sekarang kita masih fokus masuk di persiapan khusus teknik dan endurance, mungkin mendekati keberangkatan kita ada refreshing dan mengasah mental. Kebetulan kita dibantu dengan psikolog kalau sudah datang langsung ke lapangan pada saat latihan jadi tau kondisi atlet sehingga tau trik apa yang dipakai utamanya untuk kesiapan mental,” ujar Taufik menjelaskan.

Tim triathlon Kaltim sendiri hanya fokus Pelatda di Samarinda tanpa melakukan TC di luar daerah, sebab Agus dan Taufik mengatakan jika timnya akan membaca situasi, serta bersiap memberikan kejutan saat penyelengaraan PON mendatang. (Dy)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *