
SAMARINDA – Atlet tunggal Catur Kaltim yang tengah dipersiapkan menghadapi ajang Pekan Olagraga Nasional (PON) ke-21 di Aceh dan Sumut nanti, yakni atas nama Chelsie Monica Ignesias Sihite, bersama pelatihnya Yuliana Santosa, mengikut kejuaraan tingkat dunia di Kazakhstan.
Pecatur Benua Etam tersebut dalam program try out Pelatda KONI Kaltim ini, berencana mengikuti kejuaraan itu selama 11 hari, dari 23 Mei hingga tiba di Indonesia pada 3 Juni 2024.
Mengenai persiapannya menghadapi kejuaraan di Kazakhstan, Yuliana menyebut jika atletnya ini sebelumnya sudah menjalani program latihan tambahan. Sementara kondisi fisik, Chelsie rutin melakukan renang sebagai bentuk refleksi agar semakin siap.
“JadiĀ kalau untuk program latihan ada tambahan untuk Chelsie nya. Kalau di fisik di kuatin di renang karena dia dari dulu latihannya kalau mau pertandingan pasti renang fisiknya kesitu. Sekaligus refreshing tubuh,” ucap Yuliana kepada awak media, sebelum terbang ke Kazakhstan.
Sementara untuk mental, dirinya menyebutkan jika atletnya ini memang sudah miliki mental tanding yang tinggi, sehingga Yuli tidak meragukannya lagi.
Apalagi pada kejuaraan ini, Chelsie menempati peringkat ke 90 dari 109 peserta.
“Chelsie itu sudah punya mental kuat untuk menghadapi lawannya di PON nanti, sudah siap dan sangat siap. Cuma kita harus berusaha menambah tambahan latihan seperti tadi itu. Jadi di Kazakhstan itu dari 109 peserta, Chelsie diurutan 90,” katanya.
Yuliana menerangkan ada target yang ingin dicapainya bersama Chelsie, setelah melakukan diskusi sebelum turun bertanding. Dirinya menginginkan adanya sesuatu yang berkualitas dari program ini, guna pematangan rekan seprofesinya itu.
Apalagi salah satu peserta kejuaraan ini, adanya seorang peraih medali emas olimpiade asal Uzbekistan. Sehingga ini benar-benar dimanfaatkan dengan maksimal.
Chelsie sendiri merupakan satu-satunya pecatur asal Indonesia yang mengikuti kejuaraan catur tingkat dunia di Kazakhstan tersebut. Sehingga ada targetan lain yang ingin dicapai Chelsie pada event itu.
“Chelsie itu kan ratingnya 2.245 dan dia itu sebelumnya sudah meraih norma Grand Master Wanita, cuma Grand Master tidak bisa disandangnya karena dia belum menyentuh di rating 2.300,” ujar Yuli.
Menurutnya jika Chelsie sukses mengalahkan 4 orang yang bertitel Grand Master (GM), maka dapat meraih poin rating yang cukup tinggi, dan bisa mendapatkan gelar Woman Grandmaster (WGM).
“Jadi motivasi saya memilih pertandingan yang hebat itu saya berharap Chelsie dapat bermain bagus dan menambah poin ratingnya 55 saja, itu mungkin membutuhkan mengalahkan 3 sampai 4 pemain Grand Master untuk bisa mendapatkan poin itu,” katanya.
Jika Chelsie Monica berhasil menyentuh rating 2.300, maka dapat menyandang sebagai pecatur Grand Master Wanita ke 4 di Indonesia. Meski diakui berat, namun dirinya optimis jika atlet yang dilatihnya ini bisa mendapatkan gelar tersebut. (Dy)





