Anggaran Renovasi Stadion Utama Palaran Masuk APBD Perubahan 2024

Stadion Palaran.

SAMARINDA – Usai managemen klub Borneo FC Samarinda menyambangi Pj Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik, untuk membahas mengenai renovasi Stadion Palaran, yang rencananya akan digunakan sebagai Home Base Pesut Etam pada musim depan.

Niat baik klub yang musim ini tengah menempati puncak klasemen Liga 1 tersebut sangat disambut dan di respon baik oleh Akmal Malik. Pemprov Kaltim pun kemudian memanggil instansi terkait untuk menindaklanjuti hal tersebut agar segera direnovasi.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Agus Hari Kesuma mengatakan bahwa sebelumnya Stadion yang terletak di Kecamatan Palaran tersebut sudah dianggarkan untuk direnovasi sebesar Rp53 miliar pada tahun 2020, namun saat itu adanya wabah covid sehingga dialihkan.

Hanya saja 2023 ini perbaikan sudah terlihat dimulai dari pagar-pagar yang terlihat dari gerbang utama.

“Menginjak tahun ini, kita melihat dulu kebijakan estetikanya agar pagar dulu kita amankan karena kalau pagar itu tidak ada barang-barang situ hilangan. Baru kita memikirkan stadion. Belum dipikirkan bubuhannya (yang lainnya) sudah minta,” ucapnya kepada awak media.

Kebijakan taktis Pj Gubernur ini sesuai dengan perhitungan maka akan masuk pada APBD Perubahan yang sekiranya untuk percepatan memakan waktu hingga 2 bulan dan dianggarkan sekitar 10 miliar.

“Kebijakan Gubernur kalau 53 milyar 2024/2025 kalau secepatnya dengan perubahan dengan dana 10M sudah bisa dipakai terutama lampu dan lapangan paling tidak 2 bulan, makanya Gubernur memerintahkan untuk melakukan perubahan di 2024,” katanya.

Menurut AHK, lapangan yang ada ini sudah cukup bagus namun ada beberapa bagian yang tidak rata, sehingga perlu adanya perbaikan.

Namun setelah melakukan lobi-lobi dengan PSSI, Ia belum bisa memastikan untuk renovasi keseluruhan apakah bisa masuk anggaran negara atau tidak.

“10M sudah dilakukan untuk pelestarian rumput, listrik, lampu dan lainnya. Lapangan itu bagus sebetulnya cuma ada penurunan 1 sampai 2 senti, bisa di pakai tapi tidak simetris. Kami sudah lobi-lobi ke PSSI sudah periksa semua venue untuk masuk APBN tapi kita gak tau sudah digodok atau gimana,” katanya menjelaskan.

Sebutnya jika dilakukan renovasi dengan cepat, sementara bisa digunakan bangku tribun sekitar 1000 orang, menilik peraturan dari kepolisian mengain tragedi di Insiden beberapa tahun lalu.

Hanya saja untuk realisasi renovasi stadion itu, sementara dipastikan pada September 2024 sesuai dengan APBD Perubahan jika diketok pada bulan Juli nanti.

Sementara itu, jika diketok pada perubahan, maka Borneo FC Samarinda tidak bisa mengejar pertandingan hingga akhir musim ini, sehingga terus menggunakan Stadion Batakan Balikpapan sebagai home basenya.

Sebab, basis anggaran Kaltim sesuai dengan pemerintahan RI, hanya saja hal itu bisa berubah jika adanya revisi anggaran yang ada.

2024 tidak bisa karena basis anggaran kita ke RI dulu, kecuali ada revisi dari anggaran yang ada itu urusan PU.

Kepala Dinas PUPR-Pera Kaltim, Aji Muhammad Firta Firnanda menjelaskan jika memang bisa berubah jika adanya revisi anggaran tahun ini, namun hal itu nantinya akan diserahkan ke Tim Anggaran Pemerindah Daerah (TAPD).

“Baru usulan dan baru disetujui pak Gubernur, otomatis ya anggaran kan sudah di ketok. Bisa nanti di perubahan atau pergeseran nanti masalah mekanisme diserahkan ke TAPD nanti kami hitungkan dulu kemudian diserahkan ke TAPD. Kebijakannya bagaiamana itu, sementara saya belum jawab,” ujar Firta Firnanda. (Dy)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *