
SAMARINDA – Pada pelaksanaan babak kualifikasi PON yang terselenggara pada 2 September 2023 di Jogja nanti, kontingen Dansa Kalimantan Timur (Kaltim), terus mematangkan segala kesiapannya agar bisa lolos zona medali.
Sekretaris Pengprov Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Kaltim, Andi Roni Pangajoang menyebutkan pada Pra PON nanti ada kelas yang dilarang tuan rumah untuk diikuti Kaltim, yakni kelas Pre Amateur.
Menurutnya kelas tersebut merupakan potensi bagi Benua Etam untuk mengumpulkan kepingan emas. Bahkan daerah lain juga tidak boleh turun pada nomor lomba tersebut.
“Larangan itu sangat merugikan karena disitu salah satu lumbung emas Kaltim. Bukan cuma Kaltim, kita selalu bersaing dengan DKI dan Jabar, Jatim. Tapi karena itu sudah di block Pre Amateur, ya kami juga merasa rugi,” ucap Roni kepada RRI.
Kendati demikian Kaltim tetap optimis di nomor lain. “Tapi bagi kami tidak fokus disitu saja bahkan ada kelas-kelas lain yang punya potensi emas untuk Kaltim,” katanya.
Kemudian, setelah Pra PON nanti IODI Kaltim menjadwalkan beberapa event skala internasional di Malaysia dan Vietnam.
Roni menerangkan jika memang belum ada agenda untuk melakukan uji coba ke luar negeri, namun program event bisa menjadi acuan Pedansa Benua Etam untuk mengasag kemampuannya.
“Kita belum ada agenda try out tapi kalau pemanggilan nama atlet kita ke event internasional ada beberapa cuma terakhir kami setujui Taipei open itu dapat 2 emas 3 perunggu kemudian pasti kalau PON itu pasti ada try out di Malaysia Open dan Vietnam Open yang sudah menunggu,” ujarnya Roni.
Sebanyam 17 atlet Dansa Kaltim kini sudah dipersiapkan menuju babak kualifikasi nanti. Di mana sementara ini atlet menjalani latihan terpisah antara di Balikpapan dan Samarinda. (Dy)





