
BALIKPAPAN – Kontingen Kota Balikpapan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII di Kabupaten Berau pada November 2022 mendatang nyaris dipastikan absen.
Hingga kini Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud masih menunggu surat balasan dari Pengurus Besar (PB) Porprov Berau atas permintaan Pemkot Balikpapan agar pelaksanaan Porprov diundur.
“Bukan tidak mau terlibat, tapi kami minta untuk diundur waktunya. Tunggu surat dulu dari PB Porprov,” kata Rahmad, Rabu (19/10/2022) sore.
Soal anggaran, Rahmad tak ingin gegabah mencairkan dana untuk kegiatan kontingen Balikpapan. Menurutnya, harus ada regulasi yang dilalui.
“Seharusnya ada regulasi, kami tidak mau terjebak dengan regulasi, karena ini menyangkut uang negara. Kami tidak mau terulang dengan yang lalu-lalu hanya permasalahan uang hibah OPD (Organisasi Perangkat Daerah) kami diperiksa dan berimplikasi pada masalah hukum. Jadi, kami harus berhati-hati karena uang Negara,” pungkasnya.
Sebelumnya Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, selaku Ketua Umum Panitia Besar Pekan Olahraga Provinsi (PB Porprov) Kaltim VII, menghadiri Rapat Koordinasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim di Samarinda, awal Agustus lalu. Rakor yang diikuti ketua KONI kabupaten dan kota se Kaltim serta Pengurus Provinsi Cabang Olahraga (Pengprov Cabor) digelar dengan agenda tunggal membahas jumlah cabor dan nomor tanding yang akan berlaga di Porprov VII pada November 2022 di Kabupaten Berau.
Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyan Aras, mengungkapkan rakor dilaksanakan untuk menjawab kepastian cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Porprov VII. Meskipun sebelumnya KONI kaltim melalui Rakor Januari 2022 lalu telah menetapkan 63 cabor tetapi dengan pertimbangan PB Porprov merevisi denga berbagai pertimbangan, diantaranya anggaran yang terbatas.
“Kami menaruh hormat kepada ibu bupati selaku ketua cabor, melalui kunjungan kami ke Berau Juli lalu atas segala masukan, semoga kami bisa mengambil finalisasi cabor yang akan dipertandingkan,” ucapnya saat itu. (pcm)





