KSAD Maruli Tegaskan TNI Tak Terlibat Pembubaran Nobar Film ‘Pesta Babi’

Gambar saat ini: Foto: Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak. Sumber: Istimewa.
Foto: Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak. Sumber: Istimewa.

Jakarta, Kaltimedia.com – Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak menegaskan TNI tidak terlibat dalam pembubaran acara nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita yang terjadi di sejumlah daerah.

Pernyataan itu disampaikan Maruli usai mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Menurut Maruli, keputusan pembubaran kegiatan merupakan kewenangan pemerintah daerah berdasarkan pertimbangan keamanan dan potensi gangguan ketertiban di wilayah masing-masing.

“Itu kan tanggung jawabnya koordinator wilayah antara pejabat pemerintahan di sana menganggap ada risiko keributan. Ya kan, itu mereka, tidak ada instruksi langsung,” kata Maruli.

Ia kembali menegaskan bahwa TNI bukan pihak yang mengambil keputusan terkait penghentian kegiatan nobar tersebut.

“Pemda kan yang cerita. Pemda punya koordinasi, mereka kan berwenang untuk mengamankan wilayah,” ujarnya.

Maruli juga membantah anggapan bahwa pembubaran nobar menjadi bentuk sikap antikritik dari institusi TNI.

“Enggak, bukan, bukan TNI-nya. Pemerintah daerahnya yang memutuskan itu,” tegasnya.

Selain itu, Maruli turut menyoroti maraknya video dan informasi terkait peristiwa tersebut yang beredar di media sosial. Ia mempertanyakan pihak yang memproduksi konten tersebut beserta sumber pendanaannya.

“Sekarang permasalahannya, orang sampai membuat video, bagaimana ceritanya seperti ini segala macam, duitnya dari mana?. Ya, coba saja, ya kan? Sampai datang ke sana, bikin video, terbang sini terbang sana, orang berduit lah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Maruli juga menyinggung keterlibatan TNI dalam membantu masyarakat di Papua, terutama di wilayah terpencil yang masih minim akses layanan dasar seperti air bersih dan pendidikan.

“Kami meyakinkan program itu berjalan, tidak ada yang tersakiti. Kalau dilihat, mungkin teman-teman belum pernah lihat ke sana ya. Itu masyarakat di sana ada yang tidak punya air bersih, sekolahnya juga tidak. Ya, kami justru banyak hadir ke sana banyak membantu mereka. Ya coba saja komunikasi langsung dengan orang-orang di sana,” imbuhnya. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *