Resmikan CERDAS, Sekda Balikpapan Muhaimin Berpesan ke Pegawai Pemerintahan harus Bersih dan Akuntabel

POTONG PITA – Sekda Kota Balikpapan H Muhaimin didampingi Kepala Inspektorat Hj Silvia Rahmadina simbolis memotong pita tanda peresmian Komunitas Pembelajar Antikorupsi yakni Cerita Integritas (CERDAS). Sumber foto: Inspektorat Balikpapan

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Inspektorat meresmikan Komunitas Pembelajar Antikorupsi Cerita Integritas (CERDAS). Peresmian CERDAS ini sebagai upaya menanamkan budaya integritas di kalangan ASN, pelajar dan masyarakat. Program ini memperkuat komitmen kota menuju pemerintahan bersih dan akuntabel.

Sebuah inisiatif inspiratif lahir di Kota Balikpapan lewat peluncuran resmi komunitas pembelajar antikorupsi bernama Komunitas Pembelajar Antikorupsi “CERDAS” (Cerita Integritas). Kegiatan ini diresmikan oleh Muhaimin, S.T., M.T., Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan, bersama jajaran Inspektorat Kota Balikpapan dan mitra lainnya, Kamis 13 November 2025, di kantor Inspektorat Kota Balikpapan.

Acara yang digelar hari ini menghadirkan berbagai pihak seperti komunitas penyuluh antikorupsi se-Kota Balikpapan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Balikpapan, radio SMART FM Balikpapan, serta seluruh jajaran Inspektorat Kota Balikpapan.

Peluncuran ini menandai komitmen bersama untuk menyalakan gerakan kecil yang memiliki potensi dampak besar: menumbuhkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan keteladanan sebagai bagian dari budaya bersama menuju Indonesia yang bersih dan berintegritas. Inisiatif CERDAS lahir sebagai respon terhadap kebutuhan untuk memperkuat nilai antikorupsi di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat.

Sekda Muhaimin dalam sambutannya menegaskan bahwa peluncuran komunitas seperti CERDAS menjadi bagian penting dari upaya tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. Berdasarkan laporan, Pemkot Balikpapan selama ini telah menunjukkan komitmen tinggi dalam efisiensi anggaran dan penguatan integritas.

” Lewat wadah ini, diharapkan terbuka ruang bagi berbagi kisah, gagasan dan praktik-baik integritas—baik di lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari. Peluncuran komunitas ini menggambarkan bahwa antikorupsi bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi soal pembentukan karakter dan perilaku sehari-hari,” ujar Muhaimin.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Kota Balikpapan, Hj. Silvia Rahmadina, AP, CGCAE, CGRE, QIA, menyampaikan bahwa komunitas ini diharapkan menjadi ruang kolaboratif untuk seluruh elemen: ASN, pelajar, pendidik, dan masyarakat, untuk bersama-sama mempraktikkan nilai integritas secara nyata, bukan hanya di atas kertas.

Peluncuran CERDAS merepresentasikan langkah konkrit dalam mewujudkan visi pemerintahan yang bersih dan akuntabel di Kota Balikpapan. Dengan melibatkan seluruh lapisan  dari ASN hingga pelajar  komunitas ini didesain agar nilai integritas menjadi budaya, bukan sekadar slogan.

“Diharapkan melalui kegiatan-kegiatan berbagi cerita, pelatihan, dan kampanye publik yang akan digelar komunitas ini, tumbuh semangat kolektif untuk senantiasa menjaga kejujuran, bertanggung jawab, dan berperilaku teladan,” ujarnya.

Meskipun upaya antikorupsi semakin diperkuat di Kota Balikpapan,  misalnya melalui pelaksanaan Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025 oleh KPK yang melibatkan Pemkot Balikpapan dan Inspektorat. “Namun tantangan masih ada, seperti bagaimana memastikan nilai-nilai integritas benar-benar diinternalisasi dari tingkat paling dasar yakni pada usia dini, serta bagaimana menjaga agar inisiatif seperti CERDAS berjalan berkelanjutan dan berdampak nyata,” pungkas Hj Silvia Rahmadina. (adv/pry)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *