
Samarinda – Beberapa waktu lalu masyarakat mengeluhkan kelangkaan gas elpigi 3 kg yang biasanya ada dijual di pangkalan maupun eceran. Namun jika pun ada, warga harus mengantre panjang dan membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya.
Komisi II DPRD Kota Samarinda pun melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar pada 6 Februari 2025 lalu bersama PT Pertamina Patra Niaga.
Terkait hasil RDP itu, dikatakan Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Viktor Yuan, bahwa kebijakan yang kembali memperbolehkan pengecer menjual gas melon hanya bersifat sementara.
“Tadinya mau mengantisipasi kelangkaan. Tapi karena terjadi kepanikan, akhirnya Pak Presiden mengembalikan kebijakan lama,” ujar Viktor.
Dirinya menekankan, kelangkaan gas 3kg merupakan masalah serius, apalagi Maret mendatang sudah memasuki bulan Ramadhan, sehingga kebutuhan masyarakat akan meningkat.
Viktor pun berpendapat sistem distribusi menjadi masalah utama terhadap kelangkaan yang terjadi. Untuk itu dirinya mengusulkan agar gas elpiji 3kg didistribusikan langsung dari pangkalan ke tingkat RT.
“RT itu tahu siapa warganya yang membutuhkan. Wilayah dan jumlah penduduknya jelas, data masyarakat miskinnya juga tersedia,” pungkasnya. (Adv)





