Melambatnya Pembangunan IKN Tak Ganggu Laju Perekonomian Kota Balikpapan

Gedung Istana Presiden di Ibu Kota Nusantara. (Sumber foto: Antara)

NUSANTARA – Bank Indonesia (BI) menilai pembangunan Ibu Kota Nusantara yang melambat tak menghambat laju ekonomi Balikpapan. Kepala BI Balikpapan Robi Ariadi mengatakan kota yang dijuluki Banua Patra ini sudah lama menjadi kawasan daerah mandiri.

Di mana semua kegiatan yang ada di Kalimantan Timur berfokus ke Kota Balikpapan.

Terlebih dia menilai, adanya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) memperkuat stabilitas ekonomi Kota Balikpapan. “Kami perkirakan ekonomi Balikpapan positif di angka 6 persen ya. Kenapa moderat stabil, atau kami rem, karena tahun 2025 proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina sudah selesai,” ujar Robi usai acara Diseminasi Ekonomi Regional Tahunan 2024, Selasa (3/12/2024).

Menurut Robi, PDRB Balikpapan tahun 2024 dan 2025 melanjutkan tren pertumbuhan positif yang dikontribusi oleh sektor industri pengolahan sebagai penopang utama.

Hal ini seiring dengan prakiraan peningkatan kinerja migas dan nonmigas, seperti sektor konstruksi yang dipicu keberlanjutan pembangunan IKN dan sektor perdagangan, hotel, dan restoran (PHR) sejalan dengan peningkatan event bisnis maupun budaya dalam kerangka MICE. Robi melanjutkan, agar pertumbuhan Balikpapan seiring dengan kapal perekonomian Nasional yang saat ini sedang menuju ke arah Indonesia Emas 2045, harus terus mengakselerasi visi tersebut.

Terutama sektor manufaktur, dan upaya memperkuat ekosistem pemanfaatan jelantah sebagai alternatif bahan baku bioavtur baik dari rumah tangga, restoran, maupun industri pengolahan makanan. Selain itu, citra jenama Balikpapan sebagai MICE City dan Tourism Hub IKN perlu diperkuat, juga sektor UMKM perlu terus diakselerasi.

Sementara itu, pemerintah Kota Balikpapan akan terus mendukung visi misi Pemerintah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi 8 persen. Di antaranya dengan memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

Kemudian melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agromaritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi.

Terkait dengan hal tersebut, ke depan diperlukan upaya-upaya dan sinergi untuk menjaga tren pertumbuhan melalui inovasi, penguatan rantai suplai dan yang paling penting adalah penyiapan sumber daya manusia baik pada tenaga kerja maupun investasi dalam pendidikan. Upaya ini bisa dengan memanfaatkan momentum pengembangan konsep superhub IKN.

Sebab, fase konstruksi IKN bisa memberikan kontribusi pertumbuhan sehingga pada saat pengembangan selanjutnya menjadi sumber dan pusat pertumbuhan sebagaimana yang diharapkan.

“Kami akan terus konsisten bersinergi dengan BI yang terus melakukan inovasi dan kolaborasi terkait berbagai kepentingan di Daerah IKN maupun mitra strategisnya, termasuk Kota Balikpapan, Kabupaten Paser, dan Kabupaten PPU,” pungkas Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud. (pry)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *