
SAMARINDA – Dalam ajang Kejurda angkat besi Open Tournament Bupati Bandung Cup yang terselenggara pada 2-3 November 2024 kemarin, lifter asal Kota Samarinda kembali berhasil meraih prestasi terbaiknya. Kejurda tersebut berlangsung itu dilaksanakan di Gymnasium Si Jalak Harupat, Bandung.
Prestasi yang diraih oleh atlet binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD) Samarinda ini yakni membawa pulang 4 medali emas san 1 perak, dari 6 lifter yang diturunkan. Hasil ini juga sekaligus membawa Samarinda meraih gelar juara umum.
Pelatih angkat besi PPLPD Samarinda, Rendy Radityo Ary mengatakan, dari 100 atlet yang turun bertanding, anak asuhnya mampu menunjukan penampilan terbaiknya. Bahkan salah satu atletnya juga mendapatkan gelar sebagai lifter terbaik.
“Dalam raihan ini menunjukan bahwa Samarinda membawa kans terbaik dan salah satu lifter, Sherin Alvionita, menjadi the best lifter disana, terbaik dari putri lainnya,” ujar Rendy R Ary, kepada awak media, Selasa (05/11/2024), saat ditemui di Samarinda.
Lifter putri tersebut mendapatkankan gelar ini setelah mampu mengangkat melebih atlet lainnya. Meski begitu pada PON di Aceh dan Sumut lalu belum bisa meraih medali, karena terbilang masih sangat muda.
“Dia main di kelas 49kg, dengan total angkatan 148 kg, dengan usia 15 tahun. Di PON main, dia peringkat 4, dan di PON kan senior-senior semua,” ucapnya menerangkan.
Kendati demikian, Rendy menyakini bahwa lifter yang dibawanya ini dapat menjadi bagian dari atlet Kaltim dalam menghadapi multi event ke-22 Tahun 2028 yang akan datang, dengan optimis medali emas.
“Jadi ini sebagai regenerasi kami di PON NTB-NTT nanti dia ditargetkan emas karena masih panjang masanya dia,” katanya Rendy.
Perlu diketahui, cabor angkat besi sendiri merupakan cabor unggulan yang selalu menyumbangkan medali emas bagi Kaltim dalam perhelatan single maupun multi event tingkat nasional.
Sehingga Pemerintah, dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, juga selalu mendukung pembinaan atlet, dan selalu memantau program pembinaan yang dilakukan oleh daerah.
Bahkan dukungan program pembinaan ini seperti yang dikatakan oleh Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Dispora Kaltim, Rasman, yang mengatakan bahwa cabor angkat besi yang dipertandingkan di Olimpiade, membuat Kaltim semakin gencar melakukan pembinaan serta melakukan regenerasi atlet. (Adv)





