
SAMARINDA – Pengurus cabor Asosiasi Lari Trail Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (ALTI Kaltim), tengah memantau progres atletnya yang akan bertanding menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21 Tahun 2024 di Aceh dan Sumut, yang tidak lama lagi akan segera digulirkan.
Seperti yang dikatakan Ketua ALTI Kaltim, Zairin Zain, untuk lari trail pada PON edisi kali ini memang belum masuk secara resmi sebagai cabor yang dipertandingkan, melainkan eksibisi atau uji coba.
Sehingga pengurus akan mengirimkan atletnya dengan menambah beberapa orang menggunakan dana mandiri.
“Kami mengirim 7 atlet, 4 di biayai KONI, 3 mandiri, termasuk official semua mandiri. Ini yang kita upayakan untuk kegiatan uji coba pertama eksebisi bisa masuk supaya di PON bisa dihitung orang,” ujar Zairin.
Ia mengirimkan ketujuh pelari ini karena punya potensi medali. Meski beberapa atletnya ini diatas 25 tahun dan belum ada atlet muda karena masih terbilang baru masuk cabor prestasi.
“Jadi semuanya atlet putra jadi ada persyaratan ALTI Pusat itu 80 kilo berapa jam 40 kilo berapa jam. Jadi kita ada 80 kilo masuk itu atlet Bontang,” ucapnya.
Lebih lanjut, sebagai cabor eksibisi, Zairin yakni para atletnya bisa berprestasi sebab melihat kemampuan pelarinya saat kejuaraan olahraga di Bandung beberapa wakru lalu. Sehingga PON di Medan nanti Ia yakni bisa mendapatkan medali emas.
“Ya insyaAllah kita kemarin pas di Bandung ikut kejuaraan olahraga masyarakatnya (KORMI), kita dapat perak dan di DKI Jakarta kita dapat emas. Itulah modal kita untuk dikirim ke Medan,” katanya Zairin.
Sedangkan untuk Pelatda, Ia menyebut saat ini hanya latihan biasa di Bontang karena hanya 2 kota yang memilili atlet lari trail di Kaltim.
“Kalau untuk Pelatdanya gak ada, kita di daerah masing-masing karena yang punya baru Balikpapan dan Bontang. Tapi intensif latihannya di Bontang,” ujarnya. (Dy)



