
BELAJAR – Kegiatan belajar mengajar di salah satu SD Kota Balikpapan.Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan mengenalkan dua pola baru rekrutmen tenaga pendidik. Dua pola rekrutmen itu yakni Penugasan Luar Biasa (PJLB) dan Kompetisi Kompetensi Individu (KKI). Sumber foto: ist
BALIKPAPAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan mengenalkan dua pola baru rekrutmen tenaga pendidik. Dua pola rekrutmen itu yakni Penugasan Luar Biasa (PJLB) dan Kompetisi Kompetensi Individu (KKI)
Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik mengatakan bahwa langkah yang digadang menjadi pintu masuk lahirnya generasi guru berkompetensi tinggi di daerah ini.
Irfan menjelaskan penerapan dua pola baru tersebut merupakan bentuk inovasi daerah dalam memperluas kesempatan bagi para sarjana pendidikan, baik di jenjang SD maupun SMP untuk berperan aktif dalam peningkatan kualitas pendidikan.
“Program PJLB dan KKI ini memberi peluang yang lebih terbuka bagi siapa pun yang memenuhi syarat. Pola seleksinya lebih objektif, menilai kompetensi individu, bukan masa kerja atau status sebelumnya,” ungkap Irfan, Selasa (4/11/2025).
Menurutnya, sistem KKI menitikberatkan pada pengujian kemampuan pedagogik, pengetahuan bidang ajar, serta integritas calon tenaga pendidik.
Sementara PJLB dirancang sebagai mekanisme penugasan khusus bagi tenaga pengajar berprestasi yang siap ditempatkan di sekolah-sekolah dengan kebutuhan guru yang tinggi.
“Melalui mekanisme ini, setiap peserta diuji berdasarkan kemampuan dan dedikasinya. Hasilnya diharapkan dapat menciptakan tenaga pendidik yang tidak hanya menguasai materi ajar, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam mencerdaskan generasi muda,” jelasnya.
Saat ini, kebutuhan tenaga pendidik baru di Balikpapan diperkirakan mencapai 400 hingga 500 orang. Kekurangan itu paling banyak terjadi di sekolah-sekolah negeri, terutama untuk bidang studi eksakta dan bahasa.
“Beberapa sekolah masih menghadapi keterbatasan tenaga pengajar tetap, sehingga pola baru ini diharapkan menjadi solusi yang efektif,” katanya.
Selain merekrut tenaga pendidik, Disdikbud juga tengah menyiapkan pembangunan sekolah terpadu di kawasan Grand City.
Fasilitas ini akan menjadi percontohan bagi model pendidikan modern yang terintegrasi dari tingkat SD hingga SMP, dilengkapi dengan sarana pembelajaran berbasis teknologi.
“Sekolah terpadu tersebut dirancang untuk mendukung pembelajaran yang adaptif dan kolaboratif. Saat ini tahapannya sudah masuk perencanaan teknis,” tutur Irfan.
Melalui penerapan dua pola rekrutmen baru dan pembangunan sekolah terpadu tersebut, Disdikbud Balikpapan memperkuat arah baru pengembangan pendidikan di daerah.
“Kami menempatkan kualitas guru dan efisiensi pengelolaan sebagai prioritas utama untuk mewujudkan pendidikan yang lebih merata dan berdaya saing,” tegasnya. (adv/pry)



