
SAMARINDA – Berkaca dari hasil babak kualifikasi (bk) PON 2023 lalu, kontingen Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) termasuk kategori bagus, baik dan berprestasi. Dari hasil tersebut, KONI Kaltim menaruh target secara realistis untuk masuk 5 besar nasional.
Di mana pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21 Tahun 2024 di Aceh dan Sumut nanti, dari 70 medali emas yang ditargetkan oleh masing-masing cabor, KONI mengambil 50 persennya, artinya 35 emas di tangan bisa merebut target 5 besar.
Hal ini seperti yang dikatakan Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, target realistis ini setelah melihat beberapa cabor yang berlaga di Pra PON masuk wilayah atau zona.
“Target itu, saya realistis 5 besar karena dari 88 medali emas itu dibagi wilayah sama kejurnas, kejurnasnya kita dapat 59 medali emas, yang wilayahnya 29 emas,” ucap Rusdi.
Salah satu cabor baru yang sukses tampil gemilang di Pra PON yakni Sambo, meraih 4 keping emas 2 perak dan 3 perunggu.
Namun Rusdi tidak terlalu yakin bahwa cabor yang pertama kali ikut ke PON ini bakal mendapatkan lebih 1 emas.
“Kalau ini harus kita pertahankan, minimal kan ini bisa juga gugur. Contoh, anda yakin gak Sambo itu bisa dapat medali emas lagi? Saya sih nggak, minimal 1 emas yang mereka dapat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rusdi menjelaskan bahwa ketidak yakinan tersebut berdasarkan data yang telah diperhitungkan oleh Binpres KONI, apalagi berkaca pada Pra PON 2019 lalu.
“Karena saya tahu cabor Sambo itu. Saya ini realistis orangnya. 59 medali emas itu sama dengan peningkatan ketika kita 44 medali emas kita dapatkan saat BK PON di Papua. Papua di bagi wilayah, anjlok. Ini terbaik prestasi yang kita dapat diluar kita menjadi tuan rumah waktu itu,” katanya Rusdi.
Untuk itu Ia bersikap realistis dan tidak terlalu mau jemawa, sebab capaian 4 besar di Pra PON 2023 lalu itu belum tentu sesuai fakta saat bergulirnya PON yang akan datang.
“Jadi kita bicaranya realistis, bukan target 4 besar karena hasil BKnya 4 besar. Tapi semuanya hati-hati, kita main data. Jangan sampai orang pembualan (angkuh), tau-tau datanya beda,” ujarnya.
Saat ini seluruh atlet dan pelatih Benua Etam tengah menjalani Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) di Kota Samarinda. Dari program tersebut, Rusdi berharap seluruh pejuang olahraga ini bisa memaksimalkan kesempatan waktu yang ada, guna meraih prestasi terbaiknya pada edisi ke-21 nanti. (Dy)





