
Samarinda – Penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VII/2022 di Berau, telah selesai bergulir pada 7 Desember 2022 lalu. Dimana kontingen Samarinda telah berhasil meraih gelar juara umum dengan mengoleksi 254 medali emas, 183 medali perak, dan 204 perunggu.
Hanya saja mengenai bonus apresiasi bagi para atlet kota Tepian peraih medali pada ajang bergengsi di Benua Etam tersebut, Kepala Disporapar Kota Samarinda, Muslimin menerangkan, bahwa pihaknya masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari PB Porprov maupun KONI Kaltim.
Karena sebelumnya Wali Kota Samarinda Andi Harun akan memberikan bonus bagi para atlet peraih medali, sehingga pihaknya meminta kepada yang bersangkutan untuk segera menurunkan SK pada Januari ini, agar bisa diproses lebij lanjut dan atlet bisa menerima haknya sebagai pejuang olahraga.
“Menunggu dari PB Porprov. Menyangkut pemberian bonus kepada atlet peraih medali emas perak dan perunggu itu menunggu kebijakan dari Wali Kota Samarinda dan beliau sudah menjanjikan namun kami sedang menunggu SK dari PB Porprov atau KONI Kaltim yang memiliki kewenangan itu dan kita minta segera dalam bulan ini SK tersebut keluar untuk atlet peraih medali Porprov,” terang Muslimin kepada awak media.
Lebih lanjut, Muslimin menjelaskan jika proses pencairan tersebut memakan waktu yang cukup lama. Oleh karenanya Disporapar Samarinda meminta sesegera mungkin SK tersebut diturunkan.
Menurutnya bukan hanya Samarinda saja, melainkan 9 kabupaten/kota lainnya yang juga menunggu SK itu, agar segera mencairkam anggaram bagi para atlet.
“Daerah se-Kaltim itu minta segera dikeluarkan karena menyangkut pengaturan anggaran. SK itu diserahkan ke KONI kabupaten/kota untuk penyiapan anggaran bonus di setiap cabor. Penegasannya kita minta secepatnya untuk mengeluarkan SK menyangkut atlet peraih medali. Kemudian baru Disporapar menyiapkan anggaran bonus itu,” jelas Muslimin.
Muslimin menambahkan, kepastian diturunkannya SK tersebut tidak bisa diputuskan pada Januari atau Februari. Menurutnya jika pun SK terlambat diturunkan, maka akan berdampak kepasa atlet yang hendak menikmati hasil jerih payahnya dalam bertanding di medan Porprov Berau.
“Kita belum bisa memutuskan bulannya selama SK itu belum keluar maka akan tertunda. Kasian atlet dan pelatih yang menunggu kalau SK tidak keluar maka bonus tidak bisa keluar,” pungkasnya. (Dy)





