Samarinda Seberang Bisa Jadi Kota Mandiri

Dosen Ekonomi Unmul Adji Sofyan Effendi. (pry)

SAMARINDA – Daerah pemekaran wilayah di Kota Samarinda tepatnya kawasan Samarinda Seberang kini masih menjadi isu yang hangat diperbincangkan, karena Daerah Otonomi Baru (DOB) ini diyakini memiliki potensi yang cukup bagus.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh seorang Akademisi Ekonomi Universitas Mulawarman Adji Sofyan Effendi. Menurutnya kawasan Samarinda Seberang sudah cocok menjadi kota mandiri, mengingat adanya beberapa faktor yang bisa membuat kawasan tersebut menjadi Kota baru.

Diantaranya seperti banyaknya fasilitas umum yang sudah ada di beberapa Kecamatan di Samarinda Seberang dan ada sebanyak enam Universitas di kawasan tersebut. Kemudian pelabuhan peti kemas juga terdapat di kawasan itu juga.

Selain itu kawasan Samarinda Seberang khususnya di Kecamatan Samarinda Seberang pun memiliki akses pintu tol Balikpapan-Samarinda. Sehingga dengan adanya akses tersebut, diyakini bisa menggerakan ekonomi secara mandiri.

“Kita lihat adanya pintu tol di Samarinda Seberang yang menghubungkan Kota Balikpapan. Jika memang jalan tol yang ada di kawasan batakan Balikpapan sudah bisa diakses, maka masyarakat bisa langsung terkoneksi ke Bandara lebih dekat. Belum lagi Samarinda Seberang dekat dengan kawasan IKN menjadi kawasan ini mampu berdiri sendiri,” ucap Adji Sofyan Effendi, Senin (08/02/2021).

Oleh karenanya, untuk saat ini ia bersama tim akademisi Unmul telah membuat naksah akademik. Dalam naskah tersebut akan menjadi hasil empiris apakah Samarinda Seberang benar-benar bisa menjadi kota mandiri. Dalam naskah akademik itu terdapat 400 indeks poin yang harus dicapai.

Jika memang nilainya mencapai 400 poin maka dianggap dapat menjadi daerah otonomi baru.

Sedangkan jika dibawah itu belum dapat menjadi Kota otonomi baru. Ada empat Kecamatan yang dibutuhkan untuk membuat daerah otonomi baru, diantaranya yakni Samarinda Seberang, Loa Janan Ilir, Palaran dan Sambutan.

Ia yakin pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mau memberikan keempat Kecamatan tersebut. Apalagi saat transisi kepemimpinan Walikota Samarinda Syaharie Jaang menuju Andi Harun disinyalir DOB berpotensi terjadi. (pry)

Editor: (dy)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *