IHSG Diprediksi Masih Melemah, Investor Soroti Pidato Ekonomi Prabowo dan Keputusan BI

Gambar saat ini: Foto: Presiden Prabowo Subianto. Sumber: Istimewa.
Foto: Presiden Prabowo Subianto. Sumber: Istimewa.

Jakarta, Kaltimedia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak melemah pada perdagangan Rabu (20/5/2026), setelah sehari sebelumnya ditutup anjlok 228,56 poin atau 3,46 persen ke level 6.370,679.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menilai secara teknikal IHSG berada dalam kondisi oversold berdasarkan indikator Relative Strength Index (RSI).

“Berdasarkan analisa teknikal, IHSG masih terlihat oversold berdasarkan indikator RSI dan sudah berhasil menguji target ‘wave 5 / A’,” kata Nafan dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, perhatian investor kini tertuju pada pidato arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto dalam sidang paripurna DPR RI.

Pelaku pasar disebut menunggu kejelasan arah kebijakan fiskal pemerintah, strategi menjaga stabilitas makroekonomi, hingga langkah konkret merespons tekanan di pasar keuangan.

Selain itu, pasar juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia terkait penetapan BI-Rate.

Nafan memprediksi BI tidak akan mengambil langkah agresif dengan menaikkan suku bunga hanya untuk merespons pelemahan rupiah.

Ia menilai bank sentral tetap akan mempertimbangkan ruang pertumbuhan ekonomi dan stabilitas fiskal nasional.

Untuk perdagangan hari ini, Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham, yakni:

  • ADMR
  • BBTN
  • JPFA

Sementara itu, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi turun menuju level 6.307 dan membuka peluang koreksi lebih dalam ke area 6.084–6.148.

“IHSG masih akan rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji area 6.307, waspadai akan adanya potensi koreksi ke 6.084-6.148 pada label biru,” tulis MNC Sekuritas dalam riset hariannya.

Adapun saham pilihan MNC Sekuritas untuk perdagangan Rabu meliputi:

  • ANTM
  • INDF
  • JPFA
  • TLKM

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Informasi ini bukan ajakan membeli atau menjual instrumen investasi tertentu. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *